Minim Jam Terbang, Ahmad Rifa’i Dinilai Belum Layak Pimpin Pasopati

PATI-Mondes.co.id| Lantaran dinilai belum cukup jam terbang. Sejumlah Kepala Desa (Kades) di beberapa Kecamatan di wilayah Pati utara, enggan memilih Ahmad Rifai sebagai Ketua Paguyuban Solideritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) periode 2021-2027. Lantaran, kontestan ini masih minim jam terbang.

Hal itu disampaikan beberapa Kades, dengan alasan bahwa Ahmad Rifai dianggap belum layak dan belum cukup pengalaman untuk memimpin organisasi para Kades yang ada di Kabupaten Pati.

“Memang, Ahmad Rifai adalah teman kami, dan sebagai Kades kami salut ada perwakilan Calon Ketua Pasopati dari Pati Utara, hanya saja kami nilai kalau beliau (Ahmad Rifai, red), ikut maju sebagai Ketua Pasopati Kabupaten, saya rasa belum pantas,” ungkap salah satu Kades diwilayah Kecamatan Dukuhseti yang enggan disebutkan. Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, sosok Ahmad Rifai yang juga sebagai Kades Dukuhseti dinilai belum pantas, karena dianggap belum memiliki pengalaman memimpin organisasi Pasopati. Apalagi dengan jabatannya yang baru diemban 1 periode ini, seharusnya lebih fokus menata pemerintahan yang ada di desa.

“Sebagai teman Kades dari Pati Utara, saya hanya mengingatkan saja, seharusnya Pak Rifai fokus manata pemerintahan desa dulu, jangan ikut-ikutan memperebutkan kursi panas Pasopati,” sindirnya

Hal senada juga disampaikan salah satu Kades di Kecamatan Cluwak. Melalui pesawat selulernya ia mengaku sangat menghargai dengan adanya perwakilan yang ikut kontestan dalam bursa perebutan Calon Ketua Pasopati Kabupaten, hanya saja jangan Ahmad Rifai.

“Saya sangat menghargai dengan perwakilan Pati Utara, tapi seharusnya jangan Pak Rifai, tapi Kades yang lebih pengalaman yang betul-betul paham dengan roh Pasopati yang sebenarnya,” katanya.

Ahmad Rifai, Lanjut Dia, Adalah orang baik, sikapnya juga sangat menghargai sesama teman Kades, namun banyak yang meyakini bahwa dirinya dipastikan belum mampu membawa aspirasi para Kades dan mengayomi para Kades ketika terjadi masalah.

“Masih terlalu muda bagi Pak Rifai untuk ikut maju, jadi sebagai teman saya sarankan untuk fokus dulu di pemerintahan desa, namun kami para rekan tetap menghargai dan saling menjaga kondusifitas” tandasnya.

(Hdr/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.