Kontroversi Pegunungan Kendeng Terjawab, Taman Wisata Nasional Brati Menuju Pentas Wisata Dunia

PATI-Mondes.co.id| Hampir satu dekade lebih banyak isu yang berkembang tentang pendirian pabrik semen Indonesia (indocement) di pegunungan kendeng banyak menuai kontroversi dikalangan para cendikiawan masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang notabene PT. SMS (Sahabat Mulia Sakti) sebagai perwakilan kantor managementnya saat ini.

Hal inilah yang menjadi batu sandungan para pemilik modal besar dan pemegang saham yang gencar melakukan upaya masif segera untuk didirikan pabrik semen tersebut, menilik amdal yang telah disetujui oleh Bupati Pati pada tahun 2014 yang lalu.

Namun upaya masif tersebut terus digagalkan oleh masyarakat Kabupaten Pati khususnya masyarakat pegunungan kendeng, sedulur sikep, JAMAS (jangkung masyarakat), (JM-PPK) jaring masyarakat peduli pegunungan kendeng dan kelompok masyarakat lainnya.

Keadaan inilah yang menjadi spirit kaum muda milinial yang dipimpin oleh Adik Susanto sebagai direktur CV. Dikromo pemuda asli kelahiran Desa Brati Kecamatan Kayen kabupaten Pati dengan konsultan Widi Harsono akan terus berupaya melestarikan dan menyelamatkan situs megalitikum pegunungan kendeng, situs peradaban paling tua yang ada dalam sejarah dunia dengan keberadaannya yang masih menyimpan banyak misteri hingga hari ini untuk terus dijaga kelestariannya.

Saat jumpa Pers dikantor CV. Dikromo, Adik Susanto menyampaikan akan ada agenda besar saat ini yang sudah dipegang perijinannya sebagai upaya melestarikan kars pegunungan kendeng seluas 7180 Ha akan dibangunnya taman wisata nasional di Desa Brati tersebut.

Dengan dasar dari kementrian ESDM nomor 2641K/40/MEM tentang penentapan kars pegunungan kendeng juga penunjukan langsung dari pemerintah pusat untuk menetapkan Desa Brati sebagai taman wisata nasional saat ini.

“Bersama sama maka kami dari jajaran direksi CV. Dikromo dan konsultan telah melangkah setingkat lebih maju dalam menyelamatkan keberadaan situs megalitikum atau situs pegunungan kendeng dengan akan dibangunnya taman nasional Brati menuju Indonesia baru yang lebih baik lagi dari sekedar menambang atau melakukan pegrusakan alam saat ini demi kelestarian alam kita nantinya,” terang Adik Susanto.

Sementara Jayusman Supriyadi, komisaris CV. Dikromo berharap dengan master plan yang sudah ada dan cetak biru pembangunan wisata nasional Brati, maka sebagai generasi muda harapan bangsa dapat melakukan langkah-langkah yang tepat guna salah satunya menjaga ekositem khas pegunungan kendeng.

“Demi generasi yang akan datang atau anak cucu kita nantinya agar dapat memberikan manfaatnya kepada alam semesta ini,” ucap Jayusman Supriyadi.

Sebagai kosultan Mr. Widi Harsono dengan regulasi sudah diatur oleh pemerintah provinsi jawa tengah atau perda nomor 2 thn 2019 yaitu menetapkan desa menjadi desa wisata berdasarkan keputusan ataupun ajuan dari pemerintah pusat, atau pemerintah daerah atau indipenden, kedua dalam rangka daya tarik wisata agar bersinergi perintah daerah dengan masyarakat dan ketiga tugas pemerintah daerah menyediakan informasi kepariwisataan dan memberikan kepastian hukum keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan, ke empat membangun sarana dan prasarana falilitas untuk penunjang, ke lima mempermudah regulasi pembangunan dan pengembangan dan ke enam memberikan suplai keuangan bagi pengelola wisata dan fasilitas pembiayaan bagi penyedia modal bagi pelaksana program pemberdayaan.

“Dan selanjutnya semua tertuang dalam peraturan gubernur jawa tengah nomor 53 tahun 2019 yaitu yang pertama peraturan gubernur memberikan jaminan kepastian hukum dalam pengelolaan dan peyediaan, kedua menyediakan pedoman dalam pengelolaan dan penetapan dan ketiga menyediakan pedoman dalam pengembangan, dan semuanya tertuang dalam pasal dua nomor 53 tahun 2019,” tutupnya.

(Rs/Mondes)

One thought on “Kontroversi Pegunungan Kendeng Terjawab, Taman Wisata Nasional Brati Menuju Pentas Wisata Dunia

  • Juli 13, 2021 pada 11:19 am
    Permalink

    Selamat atas Pemenuhan Komitmen Desa Brati sebagai Daerah Wisata Nasional yang di prakarsai Bapak Adik Susanto dan saya sangat setuju dengan Bapak Jayusman Supriyadi untuk penyelamatan Pegunungan Megalitikum Kendeng utara.

    Kami mempercayakan seluruhnya untuk kebaikan dan kemanfaatan untuk masyarakat Kendeng beserta isinya .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.