Kegigihan Rafi Jualan Kopi Keliling, Mahasiswa Pati Ini Mampu Biayai Kuliah Sendiri

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Jul 2026 14:28 0 262 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Berawal dari iseng membuka usaha pada 2024, Rafi (21), seorang mahasiswa di Kabupaten Pati, kini mampu membiayai kuliahnya dari hasil berjualan kopi.

gempur rokok ilegal rembang

Melalui usaha bernama Kopikang, ia memanfaatkan kawasan Embung Kasih di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo sebagai tempat berjualan, sekaligus menghadirkan ruang nongkrong bagi masyarakat.

Rafi mengaku, usaha tersebut awalnya dibuka di Jalan Panglima Sudirman Kota Pati.

Namun, karena kurang berkembang, ia memutuskan pindah ke kawasan embung yang dinilai memiliki potensi lebih besar.

“Awalnya buka di Jalan Sudirman, ternyata kurang. Akhirnya coba pindah ke sini. Saya izin dulu sama petugas yang berjaga dan diperbolehkan, yang penting menjaga kebersihan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Nama Kopikang sendiri memiliki cerita unik.

Menurut Rafi, nama itu muncul dari kebiasaan teman-temannya yang memanggil dirinya dengan sebutan “kang”.

“Dulu pas awal buka yang ngeramein teman-teman. Mereka manggil saya, ‘Kang… kopi kang’,” katanya sambil tersenyum.

Ia memilih berjualan di embung karena lokasinya dekat dengan rumah, sekaligus memiliki potensi wisata.

Meski embung belum resmi dioperasikan, Rafi berharap keberadaan pelaku UMKM dapat membuat kawasan tersebut lebih hidup dan terawat.

“Kalau tidak dimanfaatkan takutnya tidak terawat. Dulu tempat ini sepi banget, bahkan ada cerita kalau agak mistis,” ungkapnya.

Selain menyuguhkan aneka minuman kopi, Kopikang menawarkan suasana yang asri dengan panorama Pegunungan Kendeng dan pemandangan matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama pengunjung.

BACA JUGA :  Penggunaan Pakaian Adat ke Sekolah Sedang Booming, Ternyata Begini Penerapan di Pati

Rafi membuka usahanya setiap hari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Khusus akhir pekan, ia juga melayani pengunjung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB untuk menikmati suasana pagi di sekitar embung.

Dalam sehari, Kopikang mampu menjual sekitar 20 hingga 35 gelas minuman dengan omzet rata-rata sekitar Rp100 ribu per hari.

Pendapatan tersebut menjadi sumber utama untuk membayar biaya kuliahnya, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Usaha kopi ini menjadi usaha utama saya. Untuk bayar kuliah, termasuk UKT, dari hasil jualan kopi ini,” tuturnya.

Ke depan, Rafi berharap Pemerintah Kabupaten Pati segera mengoperasikan Embung Kasih sebagai destinasi wisata agar semakin banyak masyarakat berkunjung dan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Harapan saya embung ini segera dioperasikan dan bisa dimanfaatkan untuk UMKM, sehingga lebih ramai dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini