Kades Sekapuk Abdul Halim Hadiri Acara Peluncuran Sertifikat Badan Hukum BUMDES

JAKARTA-Mondes.co.id| Presiden Jokowi mengingatkan agar pengelolaan dana desa sebesar Rp 400,1 triliun yang sudah digelontorkan pemerintah pusat dalam 7 tahun terakhir dapat digunakan secara hati-hati.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam peluncuran Sertifikat Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BUM Desa tahun 2021 yang juga dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Halim Iskandar, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan pejabat terkait lainnya di Jakarta, Senin (20/12/2021).

Abdul Halim Kepala Desa (Kades) Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkal, Kabupaten Gresik, Jawa timur. Yang menghadiri acara peluncuran serifikat badan hukum BUM DESA menjelaskan bahwa acara ini sangat baik ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah terkait membangun kekuatan ekonomi lokal.

Kedepan pasca acara peluncuran sertifikat badan hukum BUM DESA ini kami mengharapkan adanya pendampingan seperti pendanaan yang Riel. Lebih lanjut Abdul Halim menyebut apa yang disampaikan bapak presiden tadi benar adanya bahwa benar keberadaan adanya BUMDES dan dana desa sangat bermanfaat. 

Dengan adanya Dana desa dan BUMDES ini di desa kami tinggal menata pengembangannya bagaimana nantinya. Membaca potensi SDM dan SDA.

Di desa Sekapuk sendiri BUMDES itu benar-benar nilai manfaatnya luar biasa. Sampai dengan PADnya meningkat signifikan dan dirasakan oleh masyarakat.

Karena dengan tingginya PAD yang disekapuk kami bisa merasakan Manfaatnya. Bahkan kami dapat memberikan beasiwa kepada anak yatim piatu mulai dari usia PAUD.

“Bahkan kami juga dapat memberikan bantuan sembako bagi warga yang usinao diatas 68 tahun keatas. Bahkan desa Sekapuk di tahun 2021 mampu melakukan bongkar rumah (bedah rumah) dengan PA DES dengan jumlah 8 rumah,” imbuhnya.

“Di tahun 2021 PA DES dari desa Sekapuk sendiri tembus di angka 3,9 milyar dan itu merupakan 40 persen dari omset yang kita dapat dari pengelolaan potensi alam sekaligus memberdayakan sumber daya manusianya,” jelasnya.

Selain itu BUM DES juga bermanfaat untuk membuka lapangan kerja baru. Selama 4 tahun saya memimpin sudah membangun 128 lapangan pekerjaan baru. “Jadi bukan kita mengeser yang sudah ada tapi kami menciptakan lapangan kerja baruTujuannya jelas agar tidak ada lagi kesenjangan ekonomi,” imbuhnya.

Di desa Sekapuk selain memberdayakan UMKM yang jumlahnya ada sekitar 150 kami juga menghidupkan PKK. Selain itu kami juga ada program sampah menjadi emas hal ini tentunya mendorong masyarakat untuk sadar lingkungan.

Program unggulan kami di desa Sekapuk adalah dibidang wisata. Berkat adanya BUMDES desa Sekapuk membuat wisata alam pasca tambang yang namanya wisata alam Sekigi.

“Kedepan tidak hanya bisa dibanggakan dititik lokal. Dengan adanya badan hukum diharapkan BUMDES bisa bersaing di tingkat global,” pungkasnya. 

(Dms/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.