HAPPY NEW YEAR

Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Aktivitas Warga Klakahkasihan Terhambat

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 17:26 0 116 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Jembatan yang menghubungkan antar dukuh di Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati putus setelah diterjang banjir bandang pada Jumat, 9 Januari 2026 malam.

Imbasnya, akses jalan yang menghubungkan beberapa dukuh di dua desa Kecamatan Gembong, yakni Klakahkasihan dan Bageng juga terhambat.

Diketahui, jembatan yang berada di sisi barat ambruk ke tengah sungai.

Hal ini karena penyangga bangunan jembatan di bagian ujung roboh.

Kemudian, sisi sungai atau tebing tampak longsor hingga memutus jalan cor menuju jembatan.

Dengan putusnya jembatan yang berada di Dukuh Domo tersebut, warga yang biasa mengakses jalan melalui jembatan, terpaksa harus memutar melalui jalan lain dengan jarak lebih jauh.

Salah satu warga, Sartono menerangkan peristiwa putusnya jembatan itu terjadi pukul 20.00 WIB.

Tepatnya saat debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gunung Muria sejak sore hari.

Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat ke ladang, ke pasar, hingga anak-anak bersekolah.

“Harus memutar, ya lumayan jauh. Bisa lewat Kendil, Klakah, tapi memang agak jauh,” jelasnya.

Perlu diinformasikan, jembatan di Dukuh Domo tersebut menjadi alternatif bagi warga di Dukuh Klakahkasihan, Karangpanas, Pakis, Jimat, hingga Dukuh Pondokan yang ada di Desa Bageng.

Pihaknya berharap ada penanganan darurat secepatnya, minimal pemasangan jembatan sementara agar aktivitas warga lebih ringan.

Kepala Desa (Kades) Klakahkasihan, Handziq, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.

BACA JUGA :  Rembang Jajaki Solusi Penanganan Sampah dengan Teknologi Pembakaran Tanpa Asap

Untuk sementara, warga diimbau tidak mendekati lokasi jembatan karena masih berpotensi terjadi longsor susulan.

“Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kecamatan maupun Pemkab (Pemerintah Kabupaten), ” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini