Foto: Gelar Seni Budaya Kabupaten Jepara kembali menyapa masyarakat di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Setelah vakum sejak pandemi COVID-19, Gelar Seni Budaya Kabupaten Jepara kembali menyapa masyarakat di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Mengusung lakon “Sang Bima”, pertunjukan perdana ini berhasil memukau ratusan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.
Gelaran yang diinisiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, berkolaborasi dengan Yayasan Marga Langit ini, menyajikan seni tradisi unik.
“Kemarin kita bawa Seniman Jepara untuk tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara (Disparbud) Jepara Ali Hidayat, Selasa (8/9/2026).
Ali Hidayat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Badan Penghubung Jawa Tengah atas kesempatan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Penghubung Jawa Tengah yang telah menjadwalkan pentas seni budaya Kabupaten Jepara melalui surat Bapak Sekda Provinsi. Semoga tahun depan bisa berlangsung lebih meriah lagi,” ujar Ali Hidayat.
Kemeriahan acara turut didukung antusiasme warga Jepara di perantauan.
Rombongan orang tua siswa datang langsung membawa dua bus dari Jepara.
Hadir pula mahasiswa, komunitas Kumpulan Wong Jeporo, Komunitas Perantau Jepara (KPJ), hingga sejumlah artis dan budayawan.
Menampilkan paduan wayang kulit dan wayang orang.
Sekitar 50 peserta terlibat dalam acara yang berada di bawah naungan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Momen ini menjadi makin istimewa, berkat porsi besar bagi generasi muda.
Dua dalang cilik tampil memimpin pertunjukan, yakni Azka Basiar Al Kahfi (kelas 6 MI Miftakhul Huda Sinanggul) dan M. Zakwan Putra (kelas 7 SMPN 2 Bangsri).
Sementara itu, karakter Bambangan Cakil diperankan oleh An Shankara, siswa kelas 1 SDN Kedungcino Jepara.
Beberapa tamu undangan yang tampak hadir di antaranya Plt. Kepala Badan Penghubung Jawa Tengah Risturino, serta Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah K.R.A.T. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro.
Usai pementasan, dua pengamat seni yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas kesungguhan Jepara dalam merawat seni tradisi dan meregenerasi pelaku seninya.
Aksi para seniman muda dalam pementasan “Sang Bima” menjadi bukti nyata bahwa ekosistem dan regenerasi seni tradisi di Jepara terus tumbuh.
Di tengah gempuran hiburan modern, keberanian anak-anak ini menjadi tumpuan harapan bagi keberlangsungan budaya daerah di masa depan.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini