Gedung Eks-Karesidenan Pati Dinilai Lebih Tepat Jadi Lokasi Museum

waktu baca 3 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 15:55 0 33 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mendirikan museum, memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Salah satunya dari pemerhati sejarah sekaligus Direktur Yayasan Kyai Ageng Penjawi, Ahmadi.

Pada dasarnya, ia menyambut baik rencana tersebut.

Terlebih, dirinya memang sudah lama merindukan keberadaan museum di Bumi Mina Tani.

ketua pgri

Menurutnya, saat ini Kabupaten Pati merupakan satu-satunya daerah di wilayah eks-Karesidenan Pati yang belum memiliki museum sendiri.

“Jadi ini memang harapan saya sejak lama,” tuturnya via sambungan telepon, Jumat malam (24/4/2026).

Di sisi lain, Ahmadi juga memberikan catatan kritis agar museum tersebut tidak dibangun secara tanggung dan hanya berakhir menjadi gudang penyimpanan yang sepi pengunjung.

Menurutnya, peradaban Kabupaten Pati secara historis jauh lebih tua dan mapan dibandingkan daerah lain di Provinsi Jawa Tengah, termasuk cikal bakal Mataram Islam.

“Dahulu Sultan Hadiwijaya memberikan kekuasaan kepada dua tokoh, yaitu (Ki Ageng) Penjawi dan (Ki Ageng) Pemanahan. Saat itu Penjawi diberi kekuasaan yang disebut sebagai Bumi Perdikan Pati, yaitu daerah yang bebas dari pajak. Jadi berdiri sendiri, dan Pati sudah ada peradaban, penduduk banyak, tata aturan itu juga ada, berlaku. Sehingga sudah banyak permukiman di mana-mana, ya istilahnya sudah ada peradaban,” ungkap Ahmadi.

Di sisi lain, daerah kekuasaan yang diberikan pada Pemanahan ialah Alas Mentaok, hutan belantara yang menjadi cikal bakal Mataram Islam.

“Jadi saat di situ masih belantara, Pati sudah ada penduduk banyak. Kemudian Mataram jadilah yang saat ini Jogja dan Solo itu. Ini salah satu penjelasan bahwa Pati itu peradabannya lebih tinggi. Tapi keberadaan museum yang bisa disebut sebagai salah satu simbol keberadabannya itu, sampai saat ini belum ada,” ucapnya.

BACA JUGA :  Kasus Kekerasan Wartawan Pati Naik Persidangan, Tolak Restorasi Justice

Menanggapi wacana penggunaan bekas gedung Kantor Satpol PP sebagai lokasi museum, Ahmadi mengapresiasi ini sebagai langkah yang baik.

Namun, ia juga menyarankan pemerintah daerah untuk berani mengambil langkah lebih besar.

Ia mengusulkan agar bekas Rumah Residen (Eks-Karesidenan) di depan SMA Negeri 1 Pati dijadikan lokasi museum utama.

Menurutnya, bangunan tersebut memiliki nilai artistik dan filosofis yang sangat representatif untuk level nasional.

Tempat tersebut selama ini digunakan sebagai Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Tengah Wilayah III.

Meski demikian, Ahmadi meyakini jika dilakukan penataan yang tepat, keberadaan museum tidak akan mengganggu aktivitas kantor yang sudah berjalan di sana.

Terlebih, tempatnya luas dan memiliki beberapa bangunan dalam satu kompleks.

“Kalau mau bangun museum, jangan nanggung. Harapan saya, Pati punya museum terbaik minimal di tingkat eks-Karesidenan atau Jawa Tengah. Konsepnya harus melompat, jangan cuma mbuntuti/nututi daerah lain yang berada di belakangnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmadi menekankan pentingnya manajemen pengelolaan yang modern dan inovatif.

Ia berpesan, ke depannya museum jangan ada kesan sepi, kumuh, bahkan horor.

Serta mendorong agar pengelola museum nantinya mampu menciptakan ekosistem yang hidup.

“Syaratnya pengelola harus kreatif. Museum jangan cuma buat simpan barang, harus ada area lain untuk menghidupkan museum misal ada aula untuk pergelaran, workshop atau pameran, ada sentra cendera mata, hingga kuliner khas seperti nasi gandul dan tempe pedes yang terintegrasi,” terangnya.

Ia juga mengusulkan adanya agenda rutin seperti festival seni tradisional bagi pelajar secara bergiliran tiap kecamatan untuk menjamin museum selalu ramai dikunjungi.

“Intinya, jangan sampai kita hanya sekadar membuat museum tanpa rencana jangka panjang. Museum harus terencana, terprogram, dan terukur agar disukai generasi muda dan menjadi kebanggaan warga Pati,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Bumdesma Bung Topan Turut Sumbang PADes Jutaan Rupiah

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini