Foto: Membaur bersama elemen masyarakat, jajaran Pemkab Tenggalek membersihkan kawasan Pantai Cengkrong, Watulimo (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Gandeng elemen masyarakat, jajaran lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menggelar aksi bersih-bersih di sekitar kawasan pantai selatan.
Kali ini, lokasi yang disasar adalah sepanjang pesisir Pantai Cengkrong, Kecamatan Watulimo.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Sekaligus menjadi implementasi kepedulian bersama dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan wisata Bumi Menak Sopal.
Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto kepada Mondes.co.id di sela agenda yang melibatkan setidaknya 300 orang tersebut.
“Ini juga sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait penguatan budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan. Sekaligus dijadikan momentum peluncuran program Trenggalek Asri (Aman, Sehat, Resik dan Indah),” ucap Edy, kemarin.
Menurutnya, melalui program tersebut, pemerintah daerah mendorong kegiatan kebersihan lingkungan secara rutin dan berkala.
Termasuk kerja bakti, olahraga bersama, serta kegiatan bersih-bersih lingkungan sebelum memulai aktivitas kerja.
“Membudayakan pola hidup bersih dan sehat harus diawali oleh diri sendiri dengan pembiasaan yang rutin,” imbuh Sekda.
Selain itu, lanjut dia, yang tak kalah penting serta harus segera dicarikan solusi mengenai persoalan sampah.
Mengingat, masalah tersebut masih menjadi tantangan tersendiri dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Seperti arahan Bupati Trenggalek, sejak dini anak-anak harus sudah diajari untuk mengenal tata kelola sampah.
Karena memang, pengelolaan sampah terbaik dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik.
“Mengelola sampah paling baik itu dimulai dari residu rumah tangga, agar lingkungan tetap bersih dan sehat,” sebutnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Plt Kadis LH) Trenggalek, Cusi Kurniawati menambahkan, jika peserta bersih-bersih terdiri dari berbagai unsur.
Mulai organisasi perangkat daerah, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), nelayan, sekolah Adiwiyata, Forkopimcam, hingga masyarakat setempat.
“Termasuk untuk mendukung persiapan pelaksanaan tradisi Sembonyo Pantai Cengkrong pada 17 Juni mendatang,” ujar Cusi.
Disampaikan pula olehnya, hasil gotong-royong membersihkan pantai itu dikumpulkan untuk selanjutnya ditimbang sebelum diangkut menuju tempat pemrosesan akhir (TPA).
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk merawat alam sekitar.
Turut menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung upaya pelestarian kawasan pesisir maupun destinasi wisata di daerahnya.
“Bersama-sama, kami ingin membangun budaya menjaga kebersihan dan lingkungan secara berkelanjutan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” harapnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar