Foto: Festival Olahan Bandeng 2026, yang digelar di objek wisata Benteng Portugis, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Ribuan siswa dan masyarakat memeriahkan Festival Olahan Bandeng 2026 yang digelar di objek wisata Benteng Portugis, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Rabu (21/10/2026).
Kecamatan Donorojo mempunyai komoditas budi daya bandeng di Desa Ujungwatu dan Clering yang didukung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Perikanan bandeng telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.
Festival Olahan Ikan Bandeng Kabupaten Jepara 2026 ini, menjadi salah satu upaya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perikanan melalui inovasi produk, promosi kuliner lokal, dan perluasan pemasaran.
Festival ini menghadirkan potensi olahan bandeng dari kelompok pengolah dan pemasar ikan, serta pelaku UMKM setempat.
Beragam produk disiapkan untuk diperkenalkan kepada masyarakat, di antaranya bandeng presto, nugget bandeng, otak-otak bandeng, bothok bandeng, dan pindang srani bandeng.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jepara, produksi Bandeng Kabupaten Jepara pada 2025 tercatat 6.398,69 ton dengan nilai 179,16 miliar.
Kecamatan Donorojo menjadi penyumbang produksi bandeng terbesar di Kabupaten Jepara sebanyak 3.372,99 dengan nilai 94,44 miliar.
Selain Donorojo, produksi bandeng Jepara juga terdapat di Kecamatan Kedung, Mlonggo, dan Kecamatan Jepara.
Hal ini menunjukkan bahwa bandeng memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi perikanan daerah, khususnya bagi masyarakat pesisir.
“Bandeng jangan berhenti hanya sebagai ikan segar yang dijual dipasar. Pelaku UMKM harus meningkatkan kreativitas, menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital,”ujar Wakil Bupati Jepara Gus Hajar, saat membuka acara.
Selain menjadi ajang promosi produk, festival ini diharapkan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Kecamatan Donorojo memiliki potensi budi daya bandeng yang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai produk segar, tetapi juga menjadi aneka makanan olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini