Fasilitas Relokasi Pedagang Pasar Rembang Senilai Ratusan Juta Kini Nampak Terbengkalai

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Apr 2026 12:33 0 53 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Proyek pembangunan los pasar yang diperuntukkan bagi relokasi pedagang Pasar Rembang di area Pasar Hewan Sumberjo, Kecamatan Rembang, kini menjadi sorotan tajam publik.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Fasilitas yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 tersebut, terpantau tidak terawat dan belum difungsikan sebagaimana mestinya.

​Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (28/4/2026), kondisi bangunan yang rampung pada November 2025 itu tampak memprihatinkan.

Pelataran bangunan mulai ditumbuhi rumput liar yang cukup tinggi, bahkan sebagian tanaman merambat terlihat hingga ke tiang-tiang bangunan.

ketua pgri

Kondisi ini memicu kritik terkait efektivitas penggunaan anggaran negara.

​Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz, menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui kondisi di lapangan.

Ia mengklaim telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pembersihan di area tersebut.

​”Terima kasih atas informasinya. Kami sudah menugaskan tim untuk melakukan pembersihan lahan,” ujar Mahfudz saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, hari ini.

​Mengenai alasan belum difungsikannya los tersebut, Mahfudz menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menunggu kepastian skema pembangunan tambahan.

“Kami masih menunggu anggaran dari APBN. Jika sudah disetujui, akan ada pembangunan tambahan untuk fasilitas relokasi. Rencananya, persiapan pemindahan baru akan dilakukan setelah ada kejelasan info pada Juni 2026 mendatang,” imbuhnya.

​Pemerintah Kabupaten Rembang sebenarnya telah merencanakan tambahan anggaran sebesar Rp1 miliar melalui anggaran induk 2026 untuk memperluas area los tersebut.

BACA JUGA :  Pilkada Pati 2024, Besok Paslon Sudewo-Chandra Daftar ke KPU

Namun, realisasi proyek ini sangat bergantung pada alokasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

​Di sisi lain, terdapat kekhawatiran mengenai keberlanjutan proyek ini.

Mahfudz mengakui bahwa anggaran tahun 2026 memiliki potensi terkena kebijakan refocusing.

Jika hal itu terjadi, kegiatan pembangunan tambahan dapat digeser untuk mendanai program lain yang dianggap lebih prioritas.

​Selain masalah anggaran, proses relokasi pedagang pasar umum ke lokasi ini juga terkendala oleh aktivitas Pasar Hewan Sumberjo yang masih berjalan.

Hingga saat ini, lokasi tersebut tetap digunakan untuk transaksi hewan ternak setiap hari Kamis dan Minggu.

​Rencana pemindahan aktivitas pasar hewan ke Pasar Hewan Pamotan hingga kini belum dapat terlaksana.

“Pasar hewan masih beroperasi di sana. Skemanya, jika lokasi di Sumberjo sudah siap digunakan secara penuh oleh pedagang pasar umum, barulah aktivitas pasar hewan akan digeser sepenuhnya ke Pamotan,” pungkas Mahfudz.

​Situasi ini memicu desakan dari masyarakat agar pemerintah segera mengambil langkah konkret.

Mengingat, investasi ratusan juta rupiah tersebut terancam rusak sebelum sempat memberikan manfaat bagi para pedagang.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini