Dukung Program Pati di Rumah Saja, Warga Berlakukan Pembatasan Wilayah

PATI-Mondes.co.id| Guna menekan laju penularan Covid-19, akhir pekan ini Pemkab Pati menyerukan program Pati di Rumah Saja. Mendukung hal tersebut, sejumlah desa yang masuk zona merah menerapkan pembatasan wilayah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi warga lokal dan pendatang yang keluar masuk desa.

Gerakan Pati di Rumah Saja yang akan diberlakukan pada hari Sabtu dan Minggu ini mendapat dukungan dari warga. Seperti di Dukuh Tambakjati, Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti yang menerapkan pembatasan wilayah.

Secara swadaya, warga setempat mendirikan posko dan pembatas jalan guna menerapkan protokol kesehatan bagi warga yang keluar masuk wilayah tersebut.

“Bagi warga yang melintas dan kedapatan tidak memakai masker, kami juga memberikan masker gratis. Kepada warga luar desa yang melintas juga diwajibkan mencuci tangan yang juga telah kami sediakan,” ujar Rukamto, warga setempat. Jumat (25/6/2021).

Hal ini dilakukan warga guna mencegah penularan covid 19, yang terus memakan korban meninggal di desa tersebut. Tercatat dalam dua pekan terakhir warga yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol kesehatan mencapai 23 orang.

“Kalau di dukuh kami memang tidak ada terkena covid, tapi ini sebagai upaya pencegahan agar tidak tertular kepada warga Tambakjati. Kalau di dukuh lain memang sudah ada puluhan orang yang positif covid. Termasuk kades kami yang kemarin meninggal dunia karena covid,” jelasnya.

Dari data Dinas Kesehatan, Pati menjadi salah satu daerah zona merah di Jawa Tengah dengan angka positif covid mencapai 6.928 kasus. Saat ini diketahui 212 pasien masih di rawat di rumah sakit, suspek dirawat mencapai 546 pasien, 150 orang yang melakukan isolasi mandiri dan 522 orang meninggal dimakamkan dengan protokol kesehatan. Dan ribuan lainnya dinyatakan sembuh.

(Ed/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.