Dampak PPKM Darurat Membuat Para PKL di Pati Tak Bisa Bayar Angsuran

PATI- Mondes.co.id| Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bagi para pedagang sungguh luar biasa. Hal ini dikeluhkan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah tempat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pasalnya selain sepi pembeli, para pedagang ini mengeluh tak mampu membayar angsuran perbankan. Seperti dikatakan Ratna pesek, pedagang kucingan di joyokusumo yang memilih tutup selama PPKM darurat berlangsung.

“Semenjak PPKM darurat di berlakukan saya memilih tutup karena omset menurun drastis, bahkan saya harus merugi karena makanan yang di jajakan tidak laku,” ungkap Ratna, Selasa (13/7/2021) sore.

Menurutnya, kebijakan ini sangatlah kurang tepat bagi rakyat kecil. Dirinya, mengaku bingung harus mencari sumber rejeki kemana lagi ditengah kejaran angsuran bank yang tidak kenal libur karena PPKM. Seharusnya sebelum menerapkan aturan PPKM darurat Pemerintah harus mempersiapkan dengan memberikan solusi kepada PKL.

“Kalau PPKM darurat diperpanjang lagi, saya bingung mau makan apa, sedangkan penghasilan saya ya hanya berdagang saja, lain kalau saya pegawai negeri gajinya terpenuhi setiap bulannya,” keluhnya.

Hal senada juga dikatakan Andre salah satu PKL di Jalan Penjawi, dirinya mengungkapkan kegusaran hatinya karena penerapan PPKM yang dirasa tidak adil. Dengan sedikit bahasa intelektual dirinya mengatakan, para pejabat Exsekutif, Yudikatif, dan Legislatif, menurutnya saat ini telah berkompromi untuk menggilas nasip rakyat kecil.

“Harus sampai kapan kondisi seperti ini, berapa puluh PKL yang dibuat sengsara karena PPKM, Pemerintah tinggal buat aturan kemudian digembar-gemborkan untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Tapi pemerintah mungkin lupa kalau tidak semua rakyatnya itu digaji oleh uang negara,” sesalnya dengan nada sedikit gusar.

Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan, bantuan dari pemerintah yang dirasa proses dan mekanismenya tidak mudah dan dirasa sangat tidak tepat sasaran.

“Bantuan dari pemerintah prosesnya ribet, kalau dapat juga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama PPKM darurat berlangsung, sedangkan biaya hidup selama disuruh diam di rumah besar tak ada pemasukan sama sekali,” ungkap Andre.

Dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk para PKL, bahkan masih banyak lagi yang senasib harus tutup seperti ini. Menurutnya, aturan PPKM darurat ini tidak memihak bagi para PKL, bahkan jika masih buka harus melayani bungkus tidak boleh makan di tempat.

“Tolonglah mas kasih kami solusi untuk bertahan hidup, harus sampai kapan lagi kebijakan ini berlangsung. Saya hanya bisa berdoa semoga pandemi segera berakhir dan situasi kembali normal,” tandasnya.

(Dony/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.