Bonus Buat Persipa Zonk, Ukir Prestasi Tak Menjamin Keluar Dari Krisis Keuangan

PATI-Mondes.co.id| Sang juara Liga 3 Jateng Persipa Pati, nampaknya masih terseot soal keuangan. Pasalnya, hingga hari ini Persipa masih menunggak sejumlah gaji pemain. Support dana yang ada dirasa masih minim, hal ini belum bisa membuat tim berjuluk Laskar Saridin mencapai zona nyaman.

Manajer Persipa Dian Dwi Budiyanto tak menampik hal itu. Dian bahkan menyayangkan, bonus Persipa dalam menjadi juara Liga 3 Jateng tak didapat. Pencapaian prestasi Persipa yang merupakan kesebelasan kebanggaan orang Pati ini, seharusnya menjadi perhatian oleh pihak terkait. Bahkan sebentar lagi pihaknya akan melenggang ke Liga 3 nasional.

“Pencapaian prestasi Persipa saat ini sudah luar biasa. Namun sayangnya disaat kita juara tidak ada yang memperhatikan dengan memberi bonus,” ungkap Dian melalui pesan WhatsApp. Pada, Senin (27/12/2021).

Diakuinya, untuk tahun 2022 Pesipa mendapat Alokasi dana Rp 2 Miliar dari Pemkab Pati. Namun gaji pemain selama 2 bulan masih jadi tunggakan.

“Jujur saja, hingga saat ini Persipa masih menunggak hingga Rp 345 Juta. Krisis keuangan masih saja terjadi. Sedangkan keuangan Persipa yang telah dianggarkan dari sejumlah pihak sudah habis digunakan. Saat ini kita sudah tidak ada uang, padahal masih bulan Desember,” ujarnya.

Ironisnya lagi, gaji untuk 5 pemain yang sudah dicoret juga belum dibayar, bahkan masih menunggak hingga 2 bulan. Krisis keungan Persipa tetap saja terjadi walau prestasi yang diraih luar biasa. Hal ini tak hanya berdampak pada gaji para pemain, melainkan Manajemen Persipa juga mengeluh, untuk mengambil jersey yang digunakan berlaga saja belum bisa karena tidak ada uang.

“Jangankan gaji pemain, untuk ambil jersey saja belum bisa sekarang ini, padahal jersey itu kan untuk berlaga, yang sebagian pesanan supporter dan masyarakat. Ini kan harus dilunasi terlebih dahulu untuk mengambilnya,” tandasnya.

(Dn/Mondes)

One thought on “Bonus Buat Persipa Zonk, Ukir Prestasi Tak Menjamin Keluar Dari Krisis Keuangan

  • Desember 27, 2021 pada 3:47 am
    Permalink

    Persipa itu ikon, akan tetapi hanya dijadikan sebagai alat politik bagi oknum.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.