HAPPY NEW YEAR

Berkat JKN, Warga Sarang Lahirkan Anak Pertama Sesar Tanpa Biaya

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 18:01 0 119 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Kebahagiaan terpancar dari wajah Soimah Tunaja (23), warga Desa Banowan, Kecamatan Sarang.

Di tengah momen mendebarkan menyambut kelahiran anak pertamanya, beban berat soal biaya rumah sakit, seketika sirna.

Berkat kepesertaan JKN yang dibayari Pemerintah Kabupaten Rembang, Soimah sukses menjalani operasi sesar tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

​Ditemui di ruang perawatan baru-baru ini, Soimah tampak tenang, sembari menggendong buah hatinya.

Baginya, kehadiran program JKN bukan sekadar administrasi, melainkan penyelamat di masa kritis.

​”Sejak masuk sampai sekarang, semuanya dijamin JKN. Saya tidak perlu memikirkan biaya sama sekali, jadi bisa fokus pemulihan dan mengurus bayi,” tutur Soimah dengan nada haru.

​Tindakan operasi sesar yang dijalani Soimah, merupakan langkah medis darurat demi keselamatan ibu dan bayi.

Dalam situasi mendesak seperti itu, kepastian jaminan kesehatan menjadi “napas lega” bagi keluarganya.

​Yang lebih istimewa, perlindungan ini tidak berhenti pada Soimah.

Sejak hari pertama menghirup udara dunia, sang bayi langsung terdaftar sebagai peserta JKN aktif melalui skema pemerintah daerah.

​”Saya terharu, anak saya baru lahir dan langsung didaftarkan oleh Pemda. Kalau butuh perawatan lanjutan, semuanya sudah terjamin,” tambahnya.

​Soimah adalah satu dari ratusan ribu warga yang iurannya ditanggung oleh Pemkab Rembang sejak 2018 melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Hal ini mempertegas komitmen daerah dalam memberikan perlindungan bagi kelompok rentan.

​Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Rembang, Soesi Haryanti, menjelaskan bahwa anggaran daerah memang diprioritaskan untuk memastikan akses kesehatan yang setara.

BACA JUGA :  Perubahan Iklim Pengaruhi Ilmu Titen, BMKG akan Gelar Sekolah Lapang bagi Nelayan Jepara

​Per 1 Januari 2026, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Rembang telah mencapai 99,16 persen dari total jumlah penduduk, sehingga memenuhi kriteria Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Dari total 667.902 jiwa, sebanyak 662.320 orang telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan tingkat keaktifan kepesertaan mencapai 83,20 persen.

“Tujuan utamanya agar warga bisa berobat tanpa terkendala biaya. Kami terus bersosialisasi bersama Puskesmas agar masyarakat paham pentingnya proteksi ini,” ujar Soesi di kantornya, Rabu (28/1/2026).

​Dengan cakupan yang kini hampir menyentuh angka 100 persen, Pemerintah Kabupaten Rembang membuktikan bahwa kesehatan warga bukan lagi barang mewah, melainkan hak yang benar-benar hadir di depan mata.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini