Begini Harapan Sumardi, Sang Inovator Metode Tanam PM AAS di Kaliori Rembang

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 12:57 0 296 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Inovasi sektor pertanian terus bermunculan dari para petani di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

gempur rokok ilegal rembang

Dalam program penanaman metode PM AAS (Pertanian Modern Advanced Agricultural System), para petani lokal menghadirkan modifikasi mekanisasi alat tanam, guna mengatasi kendala keterbatasan tenaga kerja, serta mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Inovator sekaligus petani asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Sumardi, menjelaskan bahwa ide pembuatan alat penanam benih ini lahir dari pengalaman langsung di lapangan.

Menurutnya, kekurangan tenaga kerja pertanian, menjadi alasan utama pendorong terciptanya inovasi mekanisasi tanam ini.

“Ide kami berangkat dari pengalaman di lapangan. Kita terapkan sesuai kebutuhan petani di kawasan Kaliori, khususnya Rembang. Karena adanya kekurangan tenaga kerja, kami berinovasi membuat alat yang nantinya bisa mempermudah proses penanaman,” ujar Sumardi saat ditemui di lokasi penanaman.

Sumardi menambahkan, uji coba penerapan metode dan alat inovasi ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2023 dan menunjukkan hasil yang positif.

Melalui penggunaan alat tanam modern ini, proses penanaman dapat dilakukan secara serempak, lebih efisien, dan tidak memerlukan banyak tenaga manusia.

Selain mempermudah pekerjaan petani di lapangan, pengerjaan lahan yang lebih modern diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.

“Harapan ke depan, pertanian kita bisa lebih maju dan modern, sehingga generasi muda tertarik untuk menjadi petani. Tujuan utamanya adalah mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkas Sumardi.

Metode PM AAS yang dikombinasikan dengan alat modifikasi penanam benih (seeder) dan pengolah tanah (rotavator) ini, diharapkan dapat direplikasi secara luas di wilayah Rembang untuk mengoptimalkan hasil panen padi, terutama di daerah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air.

BACA JUGA :  DPRD Pati Minta DLH Perhatikan Limbah Pabrik Berbahaya

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini