Bagi Waktu Kuliah dan Bisnis, Kunci Sukses Rina Raih Impian Besar

waktu baca 4 menit
Jumat, 24 Jul 2026 16:41 0 308 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Berawal dari tekad membangun usaha mandiri, Rina kini dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses mengembangkan toko Pramuka.

DBHCHT TRENGGALEK

Hal ini berkat kemampuannya memahami kebutuhan dan karakter target pasarnya.

Di kios dekat rumah, ia mengelola toko yang menjual aneka peralatan Pramuka, seragam sekolah, logo-logo instansi, bahkan segala piranti untuk peringatan hari kemerdekaan.

Berjualan menjadi basic-nya sejak kecil karena terbiasa melihat transaksi jual beli.

Ditambah, ia senang dunia perdagangan, sehingga membuatnya merasa enjoy menjalankan bisnis di tokonya.

“Saat ini fokus menjalankan toko grosir Pramuka sejak tahun 2019, dan mulai mandiri menjalankannya tanpa bantuan orang tua di tahun 2020. Dari kecil sudah terbiasa melihat proses jual beli apapun itu, jadi terbawa saat dewasa, kemudian pekerjaan ini menjadi salah satu hobi saya,” ungkapnya kepada Mondes.co.id, Jumat, 24 Juli 2026.

Setiap hari, Rina melayani customer, checking stok barang, mendistribusikan barang, bahkan ia juga kadang memproduksi barang pesanan sendiri.

Dengan kemajuan teknologi, ia juga mencoba merambah ke media sosial (medsos) dengan mambagikan konten jualan peralatan di tokonya.

“Pertama tentu melayani customer, lalu cek stok barang habis, buat konten di TikTok, Instagram, Facebook, menyiapkan pesanan online ataupun offline, lalu yang perlu waktu banyak yaitu bordir pesanan. Apa-apa saya lakukan semaksimal mungkin termasuk ngirim paket motoran bawa dua karung besar,” ujarnya saat ditemui di toko yang berlokasi di Jalan Indrakila, Perumahan Sukoharjo Indah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

BACA JUGA :  Mengatasnamakan J&T, Warga Jambean Kidul Ketipu Rp 98 Juta

Menjalankan usaha ini, Rina mendapat banyak relasi.

Bahkan, selama ini pelanggannya datang dari berbagai kalangan dan wilayah.

“Sebagian besar sekolahan di Kabupaten Pati, beberapa sales dari berbagai daerah, yang terjauh dari Papua. Pentingnya mengawali komunikasi yang baik, penting juga untuk mempelajari skill marketing. Intinya adalah komunikasi yang baik, ramah, dan sepenuh hati, maka sekitar akan mengikuti alur,” jelas wanita bernama lengkap Ahbarina Novia Rahma.

Sukses di toko peralatan Pramuka, ternyata di balik itu Rina sempat berkali-kali menemui kegagalan dalam menjalankan berbagai usaha.

Butuh proses jatuh bangun hingga di titik ini.

“Berkali-kali usaha tapi gagal, mulai dari jualan jam tangan gagal, jualan tas gagal, jualan baju tidur gagal, dan akhirnya baru menemukan passion di jualan. Butuh proses jatuh bangun dulu sepertinya,” kata gadis ramah dan tekun itu.

Sebelumnya, ia juga menimba pengalaman kerja di Kota Surakarta.

Rina merasakan pahit maupun manisnya dunia kerja di usia yang masih muda.

“Saat pertama kali mencoba bekerja di salah satu perusahaan di Solo. Saya merasa di mana pun tempat kita bekerja, jika melakukannya dengan maksimal dan sepenuh hati, maka segala pekerjaan tidak akan terasa berat,” urainya dengan penuh haru.

Diketahui, usaha tersebut menjadi bisnis bersama keluarga.

Rina menjalankan amanah dari orang tua untuk meneruskan usaha ini.

Kendati demikian, ia membuat inovasi dalam memperluas target penjualan.

Rina menjalankan usaha tersebut dengan kreatif. Terlebih, saat ini ia sedang berbisnis sembari berkuliah S2.

“Terkait studi bagi saya itu tetap harus dijalankan, berprinsip bercita-cita setinggi mungkin. Usaha Pramuka saya jadikan sampingan supaya bisnis yang ayah saya tekuni tidak lepas begitu saja, jadi harapannya agar turun ke anak-cucu,” tutur mahasiswi Magister Kenotariatan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

BACA JUGA :  Kabupaten Rembang Targetkan 39 Dapur Gizi MBG Demi Generasi Sehat

Lulusan S1 Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga itu sedang menghadapi ramainya pembeli jelang Agustusan sambil menyelesaikan thesis.

Rina melalui proses perjalanan hidupnya dengan ikhlas dan tulus.

“Selama proses studi di Solo, yaitu dua semester saya hanya fokus menjalankan bisnis melalui media sosial, untuk toko dijalankan ortu dan kakak. Setelah dua semester berlalu, saya fokus ke bisnis disambi dengan mengerjakan thesis,” tutur Rina.

Ia bercita-cita menjadi seorang notaris.

Namun, tetap konsisten menjalankan bisnisnya dengan ulet.

“Menjalankan segala sesuatu dengan ikhlas, sepenuh hati, dan senang untuk menjalankannya. Tidak perlu menyamakan proses hidup dengan orang lain, karena setiap orang punya alurnya sendiri, just do it everything yang ada di hadapan saya,” tegasnya.

Sosok paling berpengaruh dalam dirinya yakni ayah dan ibu.

Perjuangan kedua orang tuanya membuat langkah mencari rezeki lancar.

“Panutan saya sudah pasti dan tidak lain yaitu ayah dan ibu saya, perjuangan mereka yang saya lihat, rasakan, dan contoh. Kalimat yang selalu diucapkan, yang saya ingat, rezeki yang kita dapatkan berasal dari mereka-mereka yang mendoakan kita, jadi jangan pernah lupa untuk berbuat baik,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini