Foto; Suasana audiensi antara mahasiswa penerima beasiswa Pemkab bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Sempat tersendat pencairan sejak April 2026, akhirnya perusahaan-perusahaan serta lembaga-lembaga non pemerintah di Kabupaten Pati mulai kembali berkomitmen mencairkan dana beasiswa untuk mahasiswa yang tidak mampu.
Beasiswa itu merupakan terobosan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sejak periode kepemimpinan Bupati Pati, Sudewo dan Wakil Bupati Pati saat itu, Risma Ardhi Chandra.
Sebagai informasi, beasiswa tersebut menyasar pada mahasiswa asal Kabupaten Pati yang lolos ke kampus negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada tahun 2025.
Adapun besaran yang diberikan, di antaranya bagi mahasiswa kondisi miskin Rp1.000.000, mahasiswa kondisi miskin ekstrem Rp1.500.000, dan mahasiswa jurusan Ilmu Kedokteran Rp2.500.000.
Sebanyak 183 mahasiswa menjadi penerima beasiswa yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut.
Beasiswa ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial bagi perusahaan yang telah beroperasi di Kabupaten Pati untuk masyarakat Kabupaten Pati.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Sunarji, menyampaikan bahwa selama tiga bulan sejak April, Mei, dan Juni, beasiswa itu sudah dapat diterima mahasiswa.
Ia menyebut, perusahaan dan lembaga yang telah mencairkan dana beasiswa, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Pati, PT BPR Bank Kredit Kecamatan (BKK) Jawa Tengah (Jateng), dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening.
“BAZNAS, PT BPR Bank Daerah, PDAM, dan PT BPR BKK CSR-nya untuk tiga bulan,” ujarnya saat dihubungi awak media, Jumat, 10 Juli 2026.
Sedangkan, Narji menyampaikan jika beasiswa akan dicairkan lagi dari penyedia CSR yang lain.
“Untuk bulan berikutnya besok dari penyedia CSR yang lain,” ungkapnya.
Akibat tertundanya pencairan selama tiga bulan, sebanyak 27 mahasiswa sempat berhenti kuliah karena tak memiliki biaya hidup.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar