Foto: Petugas sensus ekonomi di Kabupaten Pati ketika sedang mendapat pengarahan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Sebanyak 1.345 orang bertugas menjadi surveyor program sensus ekonomi tahun 2026 yang bertugas di Kabupaten Pati.
Mereka bertugas melakukan pendataan kondisi ekonomi daerah melalui survei dari setiap Kepala Keluarga (KK).
Petugas sensus ekonomi mencatat data akurat usaha-usaha yang dilakukan oleh tiap KK.
Hal itu supaya bisa menjadi landasan penggerak perekonomian suatu daerah.
Salah satu petugas sensus ekonomi di Kabupaten Pati, Miftah, menuturkan bahwa menjadi petugas sensus ekonomi amat sangat menantang.
Ia sangat menikmati tugas yang diemban dari Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut.
“Kami mendata keluarga dan semua usaha, baik yang dilakukan secara online maupun offline,” ungkap pria asal Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil kepada Mondes.co.id, Sabtu, 20 Juni 2026.
Miftah bertugas mencatat 650 KK atau usaha sejak 15 Juni sampai 31 Agustus 2026 mendatang.
Ia mendapat jobdesk di Desa Gajahmati, Kecamatan Pati.
“Aku dapat jatah 650 keluarga atau usaha. Lokasinya di Gajahmati, di empat RT (Rukun Tetangga),” sebutnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menerangkan adanya hasil sensus tersebut dijadikan rujukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mengambil keputusan pembangunan.
Pembangunan baik di sektor perdagangan, pertanian, pariwisata, jasa, ekonomi-kreatif (ekraf) dan ekonomi digital.
“Data yang akurat adalah fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memperoleh gambaran nyata kondisi perekonomian daerah sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan,” ujar Chandra beberapa waktu yang lalu.
Plt Bupati Pati mendorong partisipasi masyarakat untuk memberikan data secara lengkap.
Ia mengajak agar masyarakat jujur ketika dimintai informasi petugas sensus ekonomi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan data yang lengkap, jujur, serta sesuai kondisi usaha yang sebenarnya. Pada akhirnya, data tersebut akan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati,” ucapnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar