Foto: Pihak Dintanpan Rembang saat dimintai keterangan awak media (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Serangan hama wereng mulai mengancam produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Rembang akhir-akhir ini.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup serius adalah Dusun Jambu, Desa Krikilan, Kecamatan Sumber.
Di lokasi tersebut, komoditas padi milik petani setempat mulai mengalami kerusakan akibat serangan hama yang tergolong cepat menyebar ini.
Salah satu petani yang terdampak adalah Masrub.
Lahan pertanian padi miliknya yang berukuran sekitar seperempat hektare dilaporkan telah terserang hama wereng.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu gagal panen dan merembet ke lahan pertanian di sekitarnya.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Pangan (Dintapan) Kabupaten Rembang, Anung Anindhita Nugraha, memberikan perhatian khusus.
Pihaknya meminta para petani untuk memperketat pengawasan terhadap lahan mereka.
“Kami dari dinas berpesan kepada petani untuk lebih proaktif selalu memonitor tanaman padinya melalui pengamatan rutin. Salah satu langkah teknisnya adalah memantau pangkal batang padi secara berkala untuk mendeteksi populasi awal wereng,” ujar Anung saat memberikan penjelasan, Rabu (17/6/2026).
Anung juga mengimbau agar petani tidak menunda pelaporan jika menemukan adanya indikasi serangan hama di lapangan.
Koordinasi yang cepat, dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran wereng secara efektif.
“Kami mengimbau untuk selalu melaporkan atau berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terkait jika ada serangan hama wereng. Dengan begitu, bisa dilakukan antisipasi dini untuk melaksanakan gerakan pengendalian atau tindakan preventif lainnya,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Dintapan Rembang melalui Bidang TPH akan segera bergerak mengandalkan jejaring penyuluh dan pengawas di tingkat bawah untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Bidang TPH akan berkoordinasi dengan PPL serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk menyelenggarakan sosialisasi mengenai pentingnya penanganan hama pada tanaman padi.
Bagi petani yang lahannya sudah terlanjur terdampak, Dintapan menegaskan bahwa ketersediaan stimulan siap disalurkan.
“Untuk bantuan obat hama ataupun pestisida, kami dari dinas siap membantu,” tegas Anung.
Di akhir keterangannya, Anung menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendampingi para petani dalam menghadapi musim sela ini agar produktivitas pangan di Rembang tetap terjaga.
“Intinya, kami Dinas Pertanian siap membantu teman-teman petani untuk memberikan edukasi, pemantauan dini, dan intervensi lapangan, guna memutus siklus hidup hama agar dapat menyelamatkan hasil panen,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar