Pemkab Rembang Pacu Perbaikan Armada Damkar Demi Keselamatan Warga

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Jun 2026 17:14 0 115 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Menantang bahaya demi menyelamatkan nyawa adalah makanan sehari-hari bagi para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang.

Namun, bagaimana jika tantangan itu justru datang dari kendaraan tempur mereka sendiri?

Menyikapi armada yang mulai berumur dan kerap didera kendala teknis, Pemerintah Kabupaten Rembang langsung bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan dengan membenahi armada damkar secara bertahap.

Langkah ini diambil demi memastikan pelayanan penyelamatan masyarakat tetap berjalan optimal dan responsif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, blak-blakan mengenai realita di lapangan.

Menurutnya, kondisi sarana dan prasarana yang sudah beroperasi cukup lama, menjadi tantangan terbesar saat ini.

Namun, bagi Luthfi, keselamatan para personelnya tetap menjadi hukum tertinggi.

“Petugas kami bertugas untuk menyelamatkan masyarakat. Namun saya selalu menekankan kepada tim bahwa yang paling penting adalah keselamatan personel terlebih dahulu. Kami ingin bisa menyelamatkan masyarakat, tetapi kondisi sarana dan prasarana yang ada memang sebagian besar sudah berusia tua,” ujar Luthfi, Selasa (16/6/2026).

Bukan rahasia lagi, usai berjibaku memadamkan api, armada Damkar seringkali mengalami kelelahan mesin.

“Setelah digunakan, seringkali muncul kendala seperti rem bermasalah atau mesin mengalami gangguan. Karena itu kami selalu mempertimbangkan faktor keselamatan personel. Yang penting teman-teman bisa pulang dengan selamat setelah menjalankan tugas,” jelasnya.

Menariknya, kendala teknis tak jarang terjadi justru saat petugas sedang berpacu dengan waktu menuju lokasi kebakaran.

Menghadapi situasi krusial ini, BPBD Rembang rupanya telah memiliki strategi antisipasi yang matang agar pelayanan tidak lumpuh.

BACA JUGA :  Keluh Kesah Penjual Bendera, Satu pun Kadang Tak Laku

“Memang pernah dan cukup sering terjadi. Kalau di tengah perjalanan rem bermasalah atau ada kendala lain, kami berhenti terlebih dahulu dan meminta bantuan unit lain. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami upayakan berjalan,” kata Luthfi optimis.

Tak hanya urusan mesin tua, BPBD juga harus memutar otak menghadapi melonjaknya biaya operasional.

Meski demikian, mereka pantang menolak tugas.

Setiap laporan mulai dari kebakaran hebat, hingga aksi penyelamatan rescue seperti evakuasi hewan liar tetap direspons dengan sigap.

Melihat kondisi ini, Bupati Rembang Harno langsung pasang badan dan menegaskan komitmen pemerintah daerah.

Ia memerintahkan agar seluruh kendaraan operasional yang belum berfungsi maksimal segera diperbaiki tanpa menunda-nunda.

“Tiga mobil yang belum maksimal ini akan berupaya untuk bisa diperbaiki. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, mobil-mobil tersebut sudah harus standby semuanya,” tegas Bupati Harno.

Melalui pembenahan armada yang digenjot secara bertahap ini, Pemkab Rembang berharap roda pelayanan penanggulangan kebakaran dan operasi penyelamatan darurat bisa berjalan lebih cepat, aman, dan tangguh.

Warga Rembang pun kini bisa merasa lebih tenang, karena garda terdepan mereka sedang dipersenjatai dengan lebih baik.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini