BPS Jepara Terjunkan Ribuan Petugas Sensus Ekonomi 2026

waktu baca 3 menit
Senin, 15 Jun 2026 12:18 0 136 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) serentak di berbagai daerah.

Di Kabupaten Jepara, pencanangan agenda nasional ini berlangsung khidmat di Halaman Kantor BPS Kabupaten Jepara pada Senin (15/6/2026).

Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang digelar di Indonesia, melanjutkan tradisi dekade sebelumnya pada tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016.

Hajat besar ini bertujuan untuk menyediakan data komprehensif mengenai struktur dan perkembangan usaha di Indonesia, yang nantinya akan menjadi kompas dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah.

Acara pencanangan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) yang hadir mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo.

Turut hadir jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta ribuan petugas SE2026 yang siap terjun ke lapangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, menekankan betapa krusialnya Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, aktivitas sensus bukan sekadar menghitung jumlah usaha dan mengisi formulir, melainkan sebuah ikhtiar negara untuk memetakan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat secara akurat.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memastikan bahwa denyut ekonomi masyarakat Jepara terekam dengan baik. Apalagi, ekspor mebel Jepara terbukti mampu menembus lebih dari 100 negara setiap tahunnya,” ujar Gus Hajar.

Gus Hajar memaparkan bahwa perekonomian Kabupaten Jepara pada tahun 2025 tumbuh positif sebesar 5,41 persen.

Namun, ia mengingatkan bahwa angka pertumbuhan saja tidaklah cukup.

“Kita harus paham di mana pertumbuhan itu berada, sektor mana yang berkembang, apa tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta sektor pejuang apa yang harus kita dorong di masa mendatang. Pagi ini, kita tidak hanya mencanangkan kegiatan statistik biasa, tetapi sedang meletakkan fondasi pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.

BACA JUGA :  Tagih Biaya Sewa, Pengawas Kos Jadi Korban Penusukan di Jalan Lingkar Selatan

Gus Hajar juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Jepara untuk menyambut baik para petugas dan memberikan data yang jujur.

Kolaborasi dan semangat gotong royong dinilai menjadi kunci utama melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, demi Jepara yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Di lokasi yang sama, Kepala BPS Kabupaten Jepara, Isnaini, menjelaskan bahwa tahapan lapangan SE2026 akan berlangsung selama 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Untuk wilayah Jepara, kami menerjunkan 1.214 petugas. Mereka akan mendata seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari skala usaha mikro, UMKM, hingga sektor ekonomi digital yang saat ini berkembang pesat,” jelas Isnaini.

Menjawab kekhawatiran terkait keamanan data, Isnaini menegaskan bahwa BPS menjamin penuh kerahasiaan data seluruh warga Jepara.

Guna memperkuat sistem pertahanan siber, BPS telah menjalin kemitraan strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Kami sudah bekerja sama dengan BSSN, ibaratnya BSSN adalah pemegang kuncinya. Jadi, masyarakat Jepara tidak perlu khawatir atau ragu. Keamanan dan kerahasiaan data Anda dijamin sepenuhnya oleh undang-undang,” pungkus Isnaini.

Acara pencanangan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh elemen pemerintah daerah dan Forkopimda Jepara, sebagai simbol kesiapan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini