Desa Kudur, Satu-satunya Penanggap Wayang Golek di Pati

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Mei 2026 11:29 0 28 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pada bulan Apit dalam penanggalan Jawa, masyarakat Desa Kudur, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati memeriahkannya dengan sedekah bumi.

Kali ini, sedekah bumi berlangsung dengan menampilkan pentas wayang golek.

Pentas wayang golek ini unik, lantaran hanya Desa Kudur yang menampilkan sajian seni kebudayaan tersebut di Kabupaten Pati.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Kudur, Kardoyo ketika diwawancarai Mondes.co.id di sela sedekah bumi, kemarin.

Menurutnya, sajian pentas wayang golek sudah turun-temurun.

Bahkan, sejak ia kecil, wayang golek sudah ditanggap oleh masyarakat setempat.

“Wayang golek mulai sejak nenek moyang, karena sudah tradisi dari nenek moyang dari dulu sampai sekarang. Di Pati hanya ada di Desa Kudur pentas wayang golek, yang diselenggarakan di Punden Ronggo Joyo, Dukuh Njati, Desa Kudur,” ujarnya.

Wayang pun dipentaskan dengan lakon “Among Tani”.

Tema tersebut menggambarkan wujud syukur masyarakat desa atas hasil panen yang melimpah, mulai dari padi, jagung, dan ketela

Pentas wayang golek disajikan dengan dalang kondang, iringan musik gamelan, dan pesinden yang punya suara merdu.

Perpaduan ini memikat masyarakat Desa Kudur dan sekitarnya untuk hadir menyaksikan pentas wayang golek.

“Among Tani untuk petani, mudah-mudahan dijauhkan dari bala dan diberi barokah jagung, ketela, tidak ada hama di sini. Petani semua kebanyakan,” ungkap Kades yang sudah menjabat selama 20 tahun itu.

Periode ketiganya memimpin masyarakat Desa Kudur, Kardoyo tetap melestarikan kebudayaan wayang golek untuk ditampilkan saat sedekah bumi.

BACA JUGA :  Sah, Manajemen Umumkan Mario Lemos Head Coach Persijap Jepara 

Ratusan tahun seni wayang golek selalu eksis di masyarakat.

Harapannya, alur cerita wayang golek ini bisa menggambarkan kondisi terkini nasib para petani Desa Kudur.

Ia juga berharap agar kesenian tari wayang golek tetap lestari di Desa Kudur.

“Mudah-mudahan pada wayang ini lakonnya berjalan lancar, sukses. Moga-moga ada manfaat barokah bagi masyarakat Kudur,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini