Foto: Dokter hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang mengintensifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) terus bergerak cepat mengintensifkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Sekaligus melindungi para peternak dari risiko kerugian ekonomi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H.
Tahun ini, Kabupaten Rembang mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat dengan alokasi mencapai 60.000 dosis vaksin PMK.
Jumlah ini disiapkan untuk membentengi populasi ternak di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung ternak Jawa Tengah.
Dokter Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, drh. Erdyanti Permatasari, menjelaskan bahwa distribusi vaksinasi dibagi menjadi dua fase strategis.
“Total 60.000 dosis tahun ini kami bagi dalam dua tahap, masing-masing 30.000 dosis. Saat ini, kami sedang fokus pada tahap pertama yang dijadwalkan berlangsung sejak Januari hingga Juni mendatang,” jelas drh. Erdyanti.
Saat ini, tim di lapangan tengah mengejar target penyuntikan 20.000 dosis untuk populasi sapi dan kambing.
Guna memastikan jangkauan yang luas hingga ke pelosok desa, Dintanpan mengerahkan kekuatan penuh yang melibatkan petugas Inseminasi Buatan (IB), dokter hewan, serta tim teknis Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Lebih lanjut, drh. Erdyanti menekankan bahwa vaksinasi bukan sekadar prosedur formalitas, melainkan investasi kesehatan bagi ternak.
Vaksin bekerja efektif dalam membentuk antibodi agar ternak tidak mudah tumbang saat terpapar virus.
“Dengan vaksinasi rutin, tingkat kekebalan atau antibodi ternak meningkat pesat. Kalaupun ada yang terpapar, gejalanya akan jauh lebih ringan dan peluang kesembuhannya sangat tinggi dibandingkan ternak yang belum divaksin,” tambahnya.
Dalam kegiatan di Desa Babagan baru-baru ini, petugas berhasil menyuntikkan sekitar 100 dosis vaksin ke hewan ternak milik warga.
Berdasarkan evaluasi dinas, kondisi PMK di Rembang saat ini tergolong sangat terkendali berkat konsistensi pelaksanaan vaksinasi berkala setiap enam bulan sekali.
Upaya jemput bola yang dilakukan pemerintah mendapat sambutan hangat dari masyarakat bawah.
Suhadi, salah satu peternak asal Desa Babagan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas medis hewan ke kandangnya.
“Saya merasa lebih tenang sekarang, apalagi sebentar lagi Iduladha. Ternak jadi lebih terlindungi dari ancaman penyakit, terutama PMK,” ungkap Suhadi.
Ia menceritakan pengalamannya menghadapi wabah PMK beberapa waktu lalu.
Menurutnya, penanganan medis yang cepat dan program vaksinasi, terbukti mampu menyelamatkan aset berharganya hingga pulih total.
Pemkab Rembang mengimbau kepada seluruh peternak untuk tetap kooperatif dan aktif melaporkan kondisi ternaknya jika menunjukkan gejala sakit.
Dengan sinergi antara peternak dan petugas kesehatan hewan, sektor peternakan di Rembang diharapkan tetap stabil.
Sehingga, kebutuhan hewan kurban untuk masyarakat dapat terpenuhi dengan standar kesehatan yang terjamin.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar