Beredar Dugaan Santriwati Korban Ashari Hamil dan Dinikahkan dengan Santri Putra

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Mei 2026 17:20 0 33 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Fakta terbaru mengejutkan kembali terungkap dalam kasus dugaan pelecehan seksual santriwati oleh Ashari di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron mengungkap berdasarkan keterangan ayah dan korban pelapor, terdapat satu santriwati yang diduga sampai hamil.

“Menurut keterangan dari bapak korban atau yang korban, sebetulnya ini ada yang hamil. Yang hamil itu adalah santriwati yang dewasa,” ungkapnya saat ditemui, Rabu, 6 Mei 2026.

Mengetahui santriwati tersebut hamil, Ashari diduga menikahkan korban itu dengan santri yang sudah dewasa.

“Dugaan yang disampaikan oleh bapak korban (pelapor), korban ini dikawinkan dengan jamaah (santri) yang lebih tua,” kata Ali Yusron.

Setelah menikah, ada fakta yang lebih memilukan.

Pernikahan korban ternyata hanya bertahan satu tahun karena sang suami tak mau mengakui anak yang lahir dari korban tersebut.

Bahkan, setelah cerai, oleh Ashari korban kemudian dinikahkan lagi dengan santri lain.

“Sudah dikawinkan satu tahun, lahirlah seorang anak. Lahir seorang anak, nggak diakui, digugat cerai, dikawinkan lagi ke jamaah (santri) yang lebih tua,” ungkapnya.

Di sisi lain, kuasa hukum juga tetap kukuh pada keterangannya bahwa jumlah korban yang melaporkan kasus pencabulan tersebut ke polisi ada delapan orang.

“Yang paling mirisnya lagi ini, dalam pokok perkara ini, dalam aduan yang diterima oleh Polresta (Pati), mohon maaf ini kalau saya salah, itu sebenarnya ada delapan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Chandra Mengaku Tak Tahu Menahu Soal Korupsi Jual Beli Jabatan Perades

Dalam perjalanannya, tujuh santriwati menarik laporannya setelah Ashari mengintervensi laporan mereka.

Setelah laporan dicabut, Ashari lantas memberikan kedudukan sebagai guru di Ponpes.

“Ada delapan, yang tujuh itu ditarik oleh yayasan. Ini diberi kedudukan guru di pondok pesantren tersebut,” sebutnya.

Ia bersyukur karena satu korban tetap kukuh pada pendiriannya untuk terus mengungkap kasus tersebut.

Ia juga mengapresiasi orang tuanya yang mendukung pilihan anaknya.

“Yang satu ini, yang saya kawal ini, beliunya bersikukuh untuk membongkar. Saya juga mengapresiasi sekali kepada orang tua untuk membongkar ini (secara) terang-benderang agar kasus ini tidak ada korban yang lain, dan bisa memulihkan psikis anaknya (korban) nanti,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini