Foto: Masyarakat Desa Kawak menggelar Festival Jondang (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Tradisi luhur masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, kembali dihidupkan melalui Festival Jondang.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Ali Hidayat, bersama Camat Pakis Aji Mujoko, dan Petinggi Desa Kawak Eko Heri Purwanto, Kamis (23/4/2026).
Festival yang digelar sebagai wujud syukur atas hasil bumi ini, rencananya akan diusulkan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada tahun depan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, mengatakan bahwa Festival Jondang dilaksanakan secara rutin setiap tahun agar kelestariannya tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat hingga generasi yang akan datang.
“Sudah ada 15 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di Jepara yang ditetapkan sebagai WBTB. Tahun ini kita akan usulkan 6 OPK lagi, dan tahun depan Tradisi Jondang ini bisa menyusul,” ungkap Ali Hidayat saat membuka acara tersebut.
Secara historis, Jondang adalah tradisi lama berupa hantaran lamaran bagi masyarakat Desa Kawak dan sekitarnya.

Lebih spesifik, jondang merupakan alat bantu masyarakat zaman dulu untuk membawa atau memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, seperti untuk keperluan lamaran, pindah rumah, dan lainnya.
Terdapat dua jenis jondang, yaitu jondang lanang (laki-laki) dan jondang wadon (perempuan).
Jondang lanang biasanya diisi dengan buah-buahan dan hasil bumi.
Sementara, jondang wadon berisi makanan olahan tradisional seperti ketan, bongko, serta gemblong.
Di lain sisi, Camat Pakis Aji, Mujoko, menekankan pentingnya menjaga Festival Jondang agar tetap lestari di tengah arus modernisasi zaman.
Dengan merawat tradisi ini, ia berharap Desa Kawak akan semakin aman, tenteram, maju, dan sejahtera.
“Yang terpenting adalah warga senantiasa selalu rukun,” kata dia.
Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto, menjelaskan tahun ini Festival Jondang mengambil tema ketahanan pangan.
Festival ini menjadi ajang pelestarian agar jondang tetap dikenal oleh generasi penerus, sekaligus sebagai ungkapan syukur warga atas hasil bumi yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Pada festival kali ini, sebanyak 20 jondang yang mewakili masing-masing RT dibawa dan diarak keliling desa.
Jondang-jondang tersebut diisi penuh dengan makanan, hasil bumi, dan palawija.
Selain itu, juga dibentuk sedemikian rupa hingga menarik bagi yang melihatnya.
“Ini sekaligus ungkapan syukur warga Desa Kawak atas hasil bumi yang mereka peroleh selama setahun, serta menjadi bukti kemakmuran warga desa,” kata Eko Heri.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar