Atasi Macet Kawasan Industri, Bupati Jepara akan Gandeng Damri Siapkan Bus Karyawan

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 17:46 0 72 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Masalah kemacetan di jalur strategis kawasan industri menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Sebagai solusi konkret, Bupati Jepara Witiarso Utomo berencana mengoperasikan bus khusus karyawan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.

Hal tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa Wiwit dalam acara Halalbihalal bersama serikat buruh, Selasa (14/4/2026).

Bupati Wiwit menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Damri untuk menyediakan armada angkutan karyawan yang nyaman dan representatif.

ketua pgri

“Kami sudah berkomunikasi dengan Damri, dan mereka siap menyediakan berapapun unit bus yang dibutuhkan. Jika ini sudah berjalan, beban kendaraan di jalur kawasan industri akan berkurang drastis,” tegas Bupati.

Saat ini, Pemkab tengah mengkaji teknis penentuan tarif, serta titik penjemputan agar efisien bagi para pekerja.

Selain transportasi, kesejahteraan keluarga pekerja juga menjadi sorotan.

Pemkab Jepara meluncurkan program pilot project Daycare (penitipan anak) yang menggandeng enam perusahaan besar.

Yaitu PT SAMI-JF, PT Parkland World Indonesia, PT Hwaseung Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia, PT Kanindo Makmur Jaya, dan PT Jiale Indonesia Textile.

Bupati menekankan bahwa program ini bukan sekadar penitipan anak biasa, melainkan upaya strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jepara.

“Saat ini IPM Jepara berada di angka 74,90, meningkat dari sebelumnya 74,32. Namun, kita masih tertinggal sekitar tiga poin dari Kabupaten Kudus. Melalui fasilitas daycare, pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik, kita optimis IPM Jepara akan terus naik,” tambahnya.

BACA JUGA :  Banyak Diserap Perusahaan Besar, Pengangguran di Pati Turun?

Perwakilan serikat buruh Jepara, Murdianto, memberikan apresiasi tinggi atas langkah Pemkab.

“Kami juga mengusulkan pengembangan jalur Lingkar Mayong sebagai jalur alternatif armada penjemputan, guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur utama,” kata dia.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini