PATI – Mondes.co.id | Warga Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Pasiman (74) memulai paginya dengan mencari kerang di pesisir.
Ia pun mulai beraktivitas sebagaimana mestinya untuk mencari kerang di tepi laut menaiki sampan, tepatnya di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati hari ini, Sabtu, 11 April 2026.
Saat mencari kerang, ia sempat mengeluhkan rasa sakit ke temannya, Edi dan kemudian Pasiman beristirahat sejenak.
Karena tidak kuat menahan mual yang dirasakan, Pasiman pun berniat untuk pulang ke rumah.
Ketika di atas sampan sembari mencari kerang, ia kemudian tak berdaya.
Edi yang bersamanya terkejut ketika temannya terkapar.
“Sekira pukul 06.30 WIB korban dan saksi 1 (Edi) berangkat mencari kerang di Pantai Tluwuk, sekitar pukul 07.00 WIB korban merasakan mual muntah. Kemudian oleh saksi 1 disarankan untuk istirahat di perahu, sedangkan saksi 1 mencari kerang di sekitar perahu,” terang Kompol Hendrik Irawan selaku Kepala Satuan Kepolisian Air dan Udara (Satpolairud) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati, sore ini.
Selanjutnya, Edi yang berada di dekat Pasiman meminta tolong pada warga sekitar.
Ditemuilah Mustaqfirin yang juga sedang mencari kerang di dekat perahu milik Pasiman.
“Sesaat kemudian korban menyampaikan ke saksi 1 bahwa merasakan sakit tidak kuat dan mengajak pulang, pada perjalanan pulang sekitar pukul 09.00 WIB masih di atas perahu korban diketahui meninggal dunia. Kemudian saksi memanggil saksi 2 (Mustaqfirin) yang berada di dekat lokasi untuk membawa korban sampai ke dermaga Desa Tluwuk,” tuturnya.
Kondisi Pasiman tak berdaya, sehingga kedua orang itu pun menginformasikan ke Sri Lestari selaku anak Pasiman.
“Selanjutnya memberitahu saksi 3 (Sri Lestari), dan melapor ke perangkat Desa Kadilangu. Perangkat desa Kadilangu menginformasikan bahwa ada salah satu warganya yang mencari kerang di pantai dan meninggal dunia,” jelasnya.
Laporan itu diterima kepolisian pada pukul 11.00 WIB dan, Kepolisian Sektor (Polsek) Wedarijaksa bersama Satpolairud Polresta Pati mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Lebih lanjut, kepolisian melakukan pemeriksaan bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) II Wedarijaksa.
Hasil pemeriksaan medis terungkap muka terdapat lebam mayat, terdapat bintik pendarahan di selaput kedua mata, bibir dan lidah sudah membiru, dan tangan kaku.
Tidak ada tanda kelainan dan tanda kekerasan pada Pasiman.
“Dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan pada bagian luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban menderita penyakit jantung,” terangnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar