Kabar Terbaru, Puluhan Suspek Campak Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Rembang

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 17:15 0 143 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Rembang kini dalam posisi siaga satu, menyusul temuan puluhan kasus suspek campak yang tersebar di beberapa titik.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hingga Selasa (7/4/2026), tercatat sebanyak 29 kasus suspek telah masuk dalam radar pantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofi’i, mengungkapkan bahwa tren kenaikan ini selaras dengan kondisi yang terjadi di tingkat nasional.

Berdasarkan laporan sistem kewaspadaan dini dari Puskesmas dan rumah sakit, delapan dari total suspek tersebut kini telah dinyatakan sebagai campak secara klinis.

ketua pgri

Menurut dr. Ali, sebaran kasus klinis tersebut terdeteksi di tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Sarang, Rembang, dan Gunem.

Meski angka mulai merangkak naik, pihaknya memastikan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar operasional prosedur (SOP).

​”Semua kasus sudah kami tangani sesuai SOP, termasuk pengambilan sampel darah yang telah dikirim ke laboratorium provinsi. Saat ini kami masih menunggu hasil konfirmasi laboratorium untuk langkah lebih lanjut,” jelas dr. Ali.

Walaupun situasi saat ini belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), dr. Ali menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lengah.

Upaya pengendalian terus diperketat agar mata rantai penyebaran tidak meluas.

​”Statusnya memang belum KLB, namun tingkat kewaspadaan harus kita tingkatkan secara maksimal. Kami terus melakukan langkah-langkah pengendalian agar kasus tidak terus bertambah,” tegasnya.

​Sebagai langkah preventif, Dinkes Rembang mengimbau warga untuk kembali memperketat protokol kesehatan sederhana namun krusial.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Komitmen Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Transportasi dan Daya Beli Kendaraan

Seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker di tempat umum, serta menjaga etika batuk dan rutin mencuci tangan dengan sabun.

Mengingat campak sangat mudah menular melalui droplet (percikan cairan) maupun udara, imunisasi menjadi senjata utama.

Dinkes Rembang kini tengah mengejar target imunisasi bagi anak-anak yang jadwal vaksinnya sempat terlewat.

​”Imunisasi adalah langkah paling efektif. Kami pastikan stok vaksin tersedia dan bisa didapatkan masyarakat secara gratis melalui Posyandu maupun sekolah,” imbuh dr. Ali.

​Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Samsul Anwar, melaporkan bahwa saat ini pihaknya tengah merawat satu pasien terkait kasus ini.

​”Per hari ini (Selasa, 7 April), ada satu pasien yang sedang menjalani perawatan intensif di RSUD. Kami pastikan penanganan dilakukan sesuai dengan standar pelayanan medis yang berlaku,” ujar dr. Samsul.

​Pihak rumah sakit terus memantau kondisi pasien secara berkala dan menerapkan protokol isolasi, guna mencegah potensi penularan di lingkungan rumah sakit.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini