Foto: Proses larung sesaji di laut (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Sedekah laut berlangsung di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kemarin.
Masyarakat pesisir Kabupaten Pati itu pun melakukannya dengan tradisi larung sesaji yang berisi kepala kerbau.
Menurut Ketua Panitia Sedekah Laut, Suratman, acara larung sesaji kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Di tahun 2025 ke belakang, larung sesaji menggunakan kepala kambing.
Sedangkan mulai tahun 2026 ini, menggunakan dua kepala kerbau.
“Dulu kepala kambing, tahun ini kepala kerbau. Ke depan kepala kerbau terus,” katanya usai acara.
Sedekah laut bertujuan untuk melestarikan kebudayaan pesisir laut Kabupaten Pati.
Masyarakat menggelar larung sesaji sebagai wujud bersyukur atas pemberian hasil laut dari Tuhan Yang Maha Esa (YME).
“Kita mengucapkan syukur atas rezeki yang diperoleh nelayan. Kita melestarikan kebudayaan pesisir agar meriah,” ungkapnya.
Pada acara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menghadiri larung sesaji ini.
Ia mengapresiasi acara kebudayaan yang masih dilestarikan masyarakat setempat.
“Acara larung sesaji ini ada dua kepala kerbau kita larung di samudera Juwana, Alhamdulillah acara lancar. Acara dari Jumat sampai Selasa minggu depan, ada ketoprak, kesenian, ada banyak sekali acaranya,” kata Chandra.
Diketahui, mayoritas masyarakat di Kecamatan Juwana bermata pencaharian sebagai nelayan.
Oleh karena itu, Chandra berharap pendapatan nelayan Kabupaten Pati semakin meningkat.
“Larung sesaji ini acara tahunan, Harapanya hasil tangkapan tahun depan lebih banyak, sehingga masyarakat bisa makmur,” urainya.
Sebagai informasi, larung sesaji menjadi salah satu ikon kebudayaan Kabupaten Pati yang sudah dipatenkan.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar