Gebyar Sedekah Laut dan Bumi Tasik Agung Rembang Satukan Ribuan Warga

waktu baca 3 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 15:40 0 46 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Desa Tasik Agung, Kabupaten Rembang kembali menggelar tradisi tahunan yang megah bertajuk “Gebyar Sedekah Laut & Bumi 2026″.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Acara yang berlangsung sepanjang akhir Maret hingga awal April ini, tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi magnet wisata budaya bagi masyarakat luas.

​Rangkaian acara telah dimulai sejak Jumat, 27 Maret 2026, yakni dengan ritual sakral Barongan Tolak Balak dan Tahlil/Tirakat sebagai bentuk doa keselamatan.

Kemeriahan semakin memuncak pada Sabtu (28/3/2026) melalui prosesi Pawai Kirab Larung Sesaji yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

ketua pgri

Disusul dengan hiburan rakyat yang sangat dinantikan seperti Panjat Pinang (Jambean) dan pertunjukan Ketoprak Wahyu Budoyo asal Pati.

​Bagi para pecinta musik dan seni budaya, panitia telah menyiapkan deretan penampilan spektakuler selama satu pekan penuh.

Minggu (29/3/2026), panggung akan diguncang oleh O.M. Simpatik Music.

Puncaknya pada Selasa (31/3/2026), grup orkes legendaris O.M. New Pallapa dijadwalkan tampil untuk menghibur ribuan penonton.

Selain itu, pecinta wayang kulit dapat menyaksikan penampilan Dalang Sigit Ariyanto pada Kamis (2/4/2026).

Sebagai penutup yang khidmat, acara akan diakhiri dengan Pengajian & Sholawat bersama Habib Anis Syahab pada Senin (6/4/2026).

Antusiasme pengunjung terlihat jelas di lokasi acara.

Ribuan orang dari berbagai daerah memadati area Tasik Agung untuk menyaksikan setiap prosesi.

​Warga setempat berharap acara ini dapat mempererat tali silaturahmi antar warga, serta menjaga kelestarian budaya lokal di tengah gempuran zaman modern.

BACA JUGA :  Tunggulsari Tayu Kena Rob, Kawasan Mangrove Terancam Rusak

​”Setiap tahun saya pasti sempatkan datang ke Tasik Agung. Tahun ini acaranya terasa lebih meriah. Tapi yang paling penting bagi kami adalah momen Larung Sesaji-nya, karena itu inti dari rasa syukur kami sebagai warga Rembang,” Jelas Novi (23), Pengunjung asal Krikilan.

Bukan hanya warga lokal Rembang, juga ada dari Kabupaten Pati yang kebetulan hadir, juga sangat antusias menyaksikan sedekah laut di Rembang.

​”Saya sengaja datang jauh-jauh dari Pati hanya untuk menonton rentetan pagelaran kesenian. Jarang ada acara sedekah laut seseru ini, jadwalnya lengkap dari pagi sampai malam. Benar-benar hiburan rakyat yang menyatukan semua kalangan,” ungkap Narni asal Desa Genengmulyo Kecamatan Juwana, Pati.

Senada dengan Novi dan Narni, Sunardi warga lokal Rembang juga mengukapkan rasa syukurnya, serta menaruh harapan untuk tradisi di Rembang tetap lestari.

​”Suasananya sangat luar biasa. Selain bisa melihat budaya Barongan, anak-anak juga senang melihat pawai. Semoga tradisi seperti ini terus dijaga setiap tahunnya agar anak cucu kita tetap tahu identitas daerahnya,” Harap Sunardi (47), Warga Desa Gunungsari.

​‎Masyarakat setempat meyakini, sedekah laut bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk ikhtiar untuk menolak bala.

Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian laut dan menjalin hubungan harmonis dengan alam.

‎Sedekah laut Desa Tasikagung pun terus bertahan sebagai warisan budaya yang sarat makna, sekaligus menjadi perekat kebersamaan masyarakat pesisir Rembang di tengah perkembangan zaman.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini