Foto: Ayo Berbagi Pati memborong dagangan jagung yang sepi (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Komunitas sosial Ayo Berbagi Pati menyusuri kawasan Kota Pati untuk memantau kondisi penjual-penjual aneka makanan di sore hari.
Mereka memantau dengan maksud mulia, yakni melarisi dagangan penjual-penjual di tepi jalan.
Kali ini, Komunitas Ayo Berbagi Pati menjumpai pedagang jagung rebus yang dagangannya sepi.
Sudah berjualan lebih dari satu jam, penjual ini tak kunjung mendapat pembeli, padahal ia menjajakan makanan di keramaian.
“Kali ini kami memborong jagung godok (rebus) dan kacang godok. Ketika kita berkeliling Kota Pati, kita survei menemukan dagangan yang sepi lalu kita borong,” ungkap Ketua Ayo Berbagi Pati, Bagus Pujiono kepada Mondes.co.id, kemarin.
Ratusan jagung dan kacang rebus diborong oleh Bagus dan rekan-rekan relawan.
Hal ini sebagai bentuk rasa peduli dan cara memotivasi agar penjual tetap bersemangat melalui lika-liku kehidupan.
Agenda memborong makanan ini kerap dilakukan secara rutin oleh Ayo Berbagi Pati.
Bahkan ketika di bulan Ramadan, tiap dua kali dalam sepekan memborong dagangan penjual-penjual takjil di kawasan Kota Pati.
Setelah diborong, pihaknya membagikan kepada pengguna jalan dan warga sekitar.
Tampak pengguna jalan dan warga sekitar antusias menerima.
“Harapan kami ekonomi mereka meningkat dengan diborong, mungkin ada donatur yang juga ingin menitipkan ke kami untuk membeli jualan bisa,” ucap Bagus.
Sementara itu, sang penjual Marsini, senang dagangannya diborong, jagung dan kacang langsung ludes.
“Senang sekali, tadi langsung diborong Ayo Berbagi Pati. Kemudian kita bagikan ke pengguna jalan bareng,” ungkap wanita 46 tahun itu.
Setiap hari, perempuan asal Desa Gajahmati itu berjualan jagung rebus dan kacang rebus di pinggir jalan sejak pukul 16.30 sampai pukul 00.00 WIB.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar