Foto; evakuasi dan pembukaan jalur longsor di Desa Tempur Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Keling pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, 11-12 Maret 2026, memicu tanah longsor parah di Desa Tempur.
Material longsor, termasuk bongkahan batu berukuran raksasa dari tebing, sempat memutus total akses jalan di Jalur Leki dan memadamkan aliran listrik warga.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembukaan jalur.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, memimpin langsung proses asesmen bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perangkat desa, dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana).
“Kami berupaya keras membuka jalur yang tertutup material longsor ini secepat mungkin, agar akses mobilitas dan perekonomian masyarakat bisa kembali berjalan secara bertahap,” tegas Arwin, Jumat (13/3/2026).
Mengingat besarnya dampak longsor, penanganan tidak bisa dilakukan secara manual.
Berbagai instansi bahu-membahu mempercepat proses normalisasi.
Alat berat seperti excavator dan breaker (pemecah batu) diterjunkan ke lokasi untuk menyingkirkan material tanah dan memecah batuan raksasa yang memblokir badan jalan.
Selain itu, pemulihan jaringan listrik, Tim PLN bergerak cepat memasang dua tiang listrik baru, guna menggantikan tiang yang patah diterjang longsor, sehingga pasokan listrik warga bisa segera pulih.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turut menyuplai material urukan untuk memperbaiki dan meratakan kembali jalan yang rusak akibat gerusan longsor.
Tim gabungan bekerja berpacu dengan waktu.
Arwin mematok target pemulihan akses jalan ini bisa selesai dalam waktu dekat.
“Target kami, dalam dua sampai tiga hari ke depan, jalur Leki sudah bisa dilalui oleh kendaraan kecil. Kami upayakan maksimal dalam waktu sekitar satu minggu, kondisi jalan sudah bisa normal kembali seperti sediakala,” jelasnya.
Pemkab Jepara juga mengantisipasi potensi bencana di titik rawan lainnya.
Di kawasan Kaliombo yang masih masuk wilayah Desa Tempur, petugas terus mengebut pemasangan bronjong penahan tebing untuk menekan risiko longsor susulan.
Menutup keterangannya, BPBD Jepara memberikan imbauan tegas kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan lereng Muria.
Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat struktur tanah di lokasi longsor masih sangat labil dan rawan pergerakan susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Jepara.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar