ramadan 2026

Gempur Stunting, Pemkab Rembang Pacu PMT Berdaya Ungkit Tinggi

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Mar 2026 16:16 0 31 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melakukan akselerasi besar-besaran dalam misi menurunkan prevalensi stunting.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Melalui penguatan jejaring dan supervisi program gizi, Pemkab kini memfokuskan energi pada optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, sebagai senjata utama untuk mencetak generasi Rembang yang lebih sehat dan tangguh.

​Langkah strategis ini dibahas tuntas dalam rapat koordinasi implementasi jejaring dan supervisi fasilitatif pelayanan gizi yang digelar di salah satu hotel di jalur Pantura Rembang, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk menyamakan persepsi sebelum terjun ke lapangan.

​Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, drg. Dini Nuraida, MMRS, menegaskan bahwa PMT tahun ini bukan sekadar program rutin, melainkan intervensi yang harus memiliki “daya ungkit” nyata terhadap angka kesehatan balita.

​“Kita harus maksimalkan intervensi PMT ini agar berdaya ungkit. Harapannya, prevalensi kita yang saat ini berada di angka 15,8 persen dapat mengalami perbaikan signifikan saat pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2026 nanti,” tegas drg. Dini.

​Mengingat, SSGI dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026, Dinas Kesehatan telah memetakan jadwal yang ketat.

Setelah pembekalan di bulan Maret ini, pelaksanaan PMT serentak diproyeksikan akan dimulai pada awal April mendatang.

​Program PMT kali ini dirancang sangat spesifik berdasarkan kondisi gizi anak.

Pemkab Rembang telah mengantongi data detail untuk sasaran intervensi.

​Balita Weight Faltering (Berat badan tidak naik) menjadi sasaran utama dengan masa intervensi selama 14 hari.

BACA JUGA :  Tradisi Pawai Obor di Pati Sambut Hari Pramuka ke-63

Balita Underweight (3.258 anak) akan mendapatkan pendampingan gizi intensif selama 28 hari.

Balita Wasting (1.947 anak) mendapatkan intervensi paling panjang, yakni selama 56 hari.

​“Dinamika di lapangan memang kompleks, namun dengan target penyelesaian intervensi antara Februari hingga Juli, kita harus bekerja keras memperbaiki status gizi anak-anak kita,” tambah drg. Dini.

​Keberhasilan program ini mustahil tercapai tanpa peran akar rumput.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, Musringah Harno, menekankan bahwa PKK desa adalah “mesin penggerak” yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

​“Peran PKK sangat vital. Ketua TP PKK Desa bertindak sebagai ketua pelaksana PMT lokal yang mengoordinasikan semuanya, mulai dari pengelolaan dana, belanja bahan lokal, pengolahan menu bergizi, hingga distribusi ke tangan sasaran,” jelas Musringah.

​Tahun ini, manajemen keuangan program juga diperketat dengan melibatkan Ketua Pokja 4 dan Bendahara TP PKK Desa untuk memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran.

​Dengan sinergi antara tenaga kesehatan di Puskesmas, perangkat daerah, dan kader PKK yang militan, Pemkab Rembang optimis dapat menekan angka stunting lebih rendah lagi.

Sekaligus memberikan kado terbaik bagi masa depan anak-anak di Bumi Kartini.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini