ramadan 2026

Benarkah Ayam Berkokok Tengah Malam Pertanda Ada Makhluk Halus?

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Mar 2026 10:13 0 38 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Pernahkah tiba-tiba terbangun tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB, karena suara kokokan ayam jantan yang lantang?

Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap fenomena ini sering kali memicu rasa merinding.

Banyak yang percaya bahwa kokokan ayam di jam yang tidak lazim adalah pertanda adanya makhluk halus yang sedang melintas atau bahkan firasat akan datangnya kabar duka.

​Namun, benarkah demikian?

Segi Mitos

​Dalam kepercayaan tradisional, ayam jantan dianggap memiliki “penglihatan” yang berbeda dengan manusia.

Jika ayam berkokok sebelum fajar, banyak warga yang langsung mengaitkannya dengan hal mistik.

​Ngadiman (60), seorang warga yang tinggal di pinggiran desa Rembang, menuturkan pengalamannya.

“Kalau di sini, kalau ada ayam berkokok jam 01.00 atau 02.00 malam, orang tua dulu selalu bilang, ‘Hati-hati, ada yang lewat.’ Bisa jadi makhluk halus, atau ada malaikat yang sedang turun membawa rahmat. Tapi tetap saja, suasananya jadi terasa beda, lebih sunyi dan mencekam,” ujarnya.

​Lain lagi dengan Suwiknyo (66) yang mempercayai adanya kaitan dengan firasat buruk.

“Katanya kalau ayamnya berkokok terus-menerus dan suaranya terdengar aneh, itu pertanda ada tetangga atau kerabat yang akan meninggal. Jadi biasanya kami langsung berdoa agar dijauhkan dari marabahaya,” jelasnya.

Penjelasan Ilmiah

​Meskipun mitos tersebut mengakar kuat, studi mengenai perilaku hewan (Animal Behavior), memberikan penjelasan yang lebih rasional.

Ayam ternyata merupakan hewan yang sangat responsif terhadap perubahan lingkungan sekecil apa pun.

BACA JUGA :  Berbagai Jenis Kekerasan Perempuan dan Anak Perlu Diwaspadai 

​Beberapa faktor memicu ayam berkokok di tengah malam.

Antara lain, ayam jantan sangat peka terhadap perubahan cahaya.

Sorot lampu motor yang melintas atau pantulan cahaya dari jendela rumah, bisa dianggap sebagai tanda fajar oleh sistem biologis mereka, sehingga mereka mulai berkokok.

Suara gemuruh petir yang jauh atau getaran tanah yang tidak dirasakan manusia, dapat dideteksi oleh ayam.

Hal ini sering kali memicu insting waspada mereka.

Ayam memiliki kemampuan untuk mendeteksi perubahan medan magnetik dan atmosfer.

Hal ini membuat mereka bisa bereaksi terhadap perubahan cuaca atau aktivitas geologi yang belum terlihat secara kasat mata.

​Jadi, jika ayam berkokok pada pukul 01.00 WIB, memang benar ada “sesuatu” yang lewat atau terjadi di sekitarnya.

Namun, “sesuatu” itu tidak selalu berarti makhluk halus.

Bisa jadi itu hanyalah seekor kucing yang mengendap-endap, sorot lampu kendaraan, atau perubahan atmosfer yang hanya bisa dirasakan oleh indra tajam sang unggas.

​Fenomena ini mengingatkan bahwa alam memiliki caranya sendiri untuk berkomunikasi, baik melalui misteri yang belum terpecahkan, maupun melalui mekanisme biologi yang menakjubkan.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini