Foto: Ilustrasi makanan yang cocok bagi penderita lambung saat menjalankan puasa (Mondes/Istimewa) REMBANG – Mondes.co.id | Memasuki pekan awal Ramadan 2026, menjaga kesehatan pencernaan menjadi tantangan utama bagi warga Rembang, khususnya para penyintas maag dan GERD.
Perubahan pola makan yang drastis, seringkali memicu kekhawatiran akan naiknya asam lambung di tengah kekhusyukan ibadah.
Menanggapi fenomena ini, praktisi pengobatan alternatif di Rembang, Supriyanto, memberikan sudut pandang tambahan untuk memperkuat daya tahan lambung secara alami.
Menurutnya, selain pola makan, kunci kenyamanan lambung ada pada zat penenang alami yang mudah ditemukan di sekitar.
”Bagi penderita lambung, puasa sebenarnya adalah momen detoksifikasi. Namun, agar tidak kaget, saya sarankan rutin mengonsumsi air rebusan pati garut atau kunyit hangat dicampur sedikit madu saat sahur dan berbuka. Ini berfungsi sebagai pelapis dinding lambung (muco-protektor) agar tidak teriritasi asam saat perut kosong,” jelas Supriyanto, Sabtu (21/2/2026).
Dilansir dari berbagai sumber secara medis, warga disarankan menerapkan prinsip 3J (Jadwal, Jenis, dan Jumlah) untuk menjaga ritme pencernaan.
Jangan pernah melewatkan sahur, lantaran mengosongkan lambung lebih dari 12 jam tanpa nutrisi, akan memicu produksi asam berlebih.
Saat berbuka, segera batalkan dengan air putih hangat untuk menetralkan pH.
Pilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau kentang rebus.
Hindari “musuh” lambung seperti gorengan, makanan pedas, santan kental, serta kafein dan soda.
Hindari budaya “balas dendam” yakni dengan makan dalam porsi besar, sekaligus membuat lambung begah dan memicu refluks.
Pengalaman nyata dirasakan oleh Tri Novi Ayuningsih (23), warga Kelurahan Krikilan, Kecamatan Sumber.
Ia sempat trauma dengan maag kronis, namun kini punya resep jitu.
“Kuncinya di menu sahur. Saya selalu sedia rebusan waluh (labu kuning) atau pisang kepok rebus. Rasanya adem di perut dan kenyangnya awet sampai sore,” ungkap Novi.
Senada dengan Novi, Nur Said (51), pekerja swasta asal Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan.
“Tips saya sederhana, buka dengan air hangat dan kurma, jangan langsung es atau gorengan. Setelah sahur, saya pantang tidur lagi. Biasanya diisi tadarus atau jalan santai supaya makanan turun dulu,” Saran Nur Said.
Bagi warga yang mencari menu takjil sehat, bisa mengonsumsi bubur sumsum tekstur lembut yang sangat mudah dicerna.
Kemudian, air kelapa muda alami efektif menyeimbangkan elektrolit tanpa memicu asam.
Kurma (3 butir) kaya serat dan sesuai sunnah, sangat ramah bagi pencernaan.
Dengan kolaborasi antara pola makan yang disiplin dan tambahan herbal alami, penyakit lambung bukan lagi penghalang bagi warga Rembang untuk meraih keberkahan di Bulan Suci ini.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar