HAPPY NEW YEAR

Hidupkan Tradisi Nyantrik, Siswa SD Mulai Pegang Tatah di Galeri Wood Carving

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Feb 2026 11:45 0 58 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Semangat pelestarian seni ukir di Bumi Kartini memasuki babak baru.

Bertempat di Galeri Jepara Wood Carving, Kawasan Pantai Kartini, membuka kelas khusus untuk pelajar.

Langkah ini diambil sebagai respons atas mulai pudarnya tradisi “nyantrik” atau belajar mengukir secara turun-temurun di lingkungan keluarga.

Ketua Yayasan Pelestarian Ukir Jepara, Hadi Priyanto, menekankan bahwa pengenalan seni pahat harus dimulai sejak dini, bahkan idealnya sejak masa PAUD dan SD/MI.

“Jalur pelestarian alamiah, kini tengah menghadapi tantangan besar. Salah satunya harus mampu menembus kurikulum sekolah,” ujar Hadi, Jumat (13/2/2026).

Hadi tidak menampik bahwa membawa seni ukir ke bangku sekolah, bukan perkara mudah.

Ada beberapa kendala utama yang dihadapi, seperti ruang kulikulum yang sempit, krisis pengajar, hingga fasilitas.

“Muatan lokal di Jawa Tengah saat ini didominasi oleh bahasa daerah, sehingga porsi untuk seni ukir terhimpit. Selain itu, minimnya tenaga pendidik yang memiliki keahlian khusus mengukir,” kata Hadi.

Dijelaskan Hadi, belum semua sekolah ditunjang dengan sarana dan prasarana (alat ukir) yang memadai.

Realita ekonomi menunjukkan pendapatan pengukir, seringkali masih di bawah tukang kayu atau tukang batu.

Hal inilah yang membuat generasi muda ragu memilih profesi ini.

“Kelas ini adalah pemantik untuk menumbuhkan minat sejak dini agar anak-anak bangga pada identitas kotanya. Namun, pelatihan satu hari ini tentu butuh tindak lanjut yang berkelanjutan,” ujar Hadi.

Sebelumnya, juga digelar kegiatan mengukir yang diikuti delegasi siswa dari berbagai sekolah.

BACA JUGA :  Pilgub Jateng 2024, Peci Ireng Pati Ikrar Menangkan Luthfi-Yasin

Seperti SDN 2 Tulaan, SDN 4 Jambu, SDN 2 Jambu, SDN 4 Kaliaman, SDN 1 Kaliaman, SDN 4 Sinanggul, SDN 2 Sinanggul, SDN 2 Kembang, dan SDN 3 Tubanan.

Di bawah bimbingan instruktur ahli seperti Sutrisna, S.Pd, Sri Bathi, Rozikin Boim, dan Ama Rohmawati, para siswa tampak antusias belajar dasar-dasar memahat.

Melalui inisiatif ini, Jepara berharap estafet kejayaan seni ukir tidak terhenti dan terus hidup di tangan generasi Alpha.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini