ramadan 2026

Pembangunan Tanggul Darurat Bulumanis Kidul Dikebut 

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Jan 2026 19:31 0 170 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengebut pembuatan tanggul darurat Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.

Tanggul ini sebelumnya jebol akibat terjangan banjir bandang, Jumat (9/1/2026) lalu.

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja tampak mengangkut berbagai material, seperti bambu untuk tiang pancang hingga anyaman bambu atau sesek.

Alat berat juga tampak dikerahkan untuk mempercepat proses pembangunan tanggul sepanjang sekitar 40 meter.

Penancapan bambu sepanjang sekitar 4 meter menggunakan alat berat itu dilakukan di dua sisi selebar kurang lebih 1 meter.

Setelahnya, para pekerja memasang anyaman bambu dan geotek yang kemudian tengahnya baru diisi tanah.

Pengawas proyek dari BBWS Pemali Juana, Wachid, mengatakan untuk percepatan pembangunan tanggul darurat, pihaknya mengerahkan 15 pekerja dan dua alat berat.

Pembangunan sebenarnya sudah dimulai Minggu (11/1/2026).

Namun, karena terkendala hujan deras, maka pemasangan trucuk bambu baru dimulai hari ini, Senin (12/1/2026).

“Pembuatan tanggul darurat kami mulai dari kemarin, tapi untuk problemnya kemarin itu cuaca dan debit air tinggi. Jadi kami menambal tanggul saja. Tadi pagi baru mulai pemancangan (bambu) untuk tanggul daruratnya,” katanya.

Untuk mengantisipasi banjir susulan, pihaknya menargetkan pembangunan harus selesai hari ini.

Jika belum selesai, maka pihaknya akan melakukan penambalan darurat lagi, dan esoknya dibongkar kemudian dipasang trucuk bambu.

“Untuk hari ini kita harus ngejar, kalau bisa hari ini selesai untuk mengamankan,” bebernya.

Namun, dalam proses pembuatan tanggul darurat ini, pihaknya terkendala akses menuju tanggul dan material yang harus didatangkan dari luar daerah.

BACA JUGA :  Kodim Pati Gelar Pembinaan Kemampuan Mitra Karib

“Kendalanya, satu, akses. Kedua, banyak hunian di bantaran juga untuk penghambatnya. Kemudian material tanah, karena belum tiba, akhirnya sementara pakai tanah sekitar tanggul, nanti diganti,” ujar Wachid.

Untuk tanggul permanen, pihaknya belum bisa memastikan waktu pembangunannya.

Mengingat, masyarakat untuk sementara butuh tanggul tertutup dulu, karena mereka khawatir akan ada banjir susulan.

“Untuk tanggul permanen, kami menunggu cuaca. Cuacanya masih kayak gini. Kami sementara bisa untuk tanggap darurat dulu, yang penting aman,” tandasnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini