Foto: Bimas Islam dan Penyuluh Kantor Kemenag Pati saat terjun di lokasi banjir (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Pati bersama penyuluh agama Islam, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, kemarin.
Dalam kegiatan tersebut, tim membawa bantuan berupa paket peralatan kebersihan, pakaian layak pakai, serta ratusan bungkus makanan siap saji untuk warga terdampak banjir.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Pati, M. Ahsin, mengatakan bahwa aksi ini merupakan respons awal dalam penanganan bencana alam yang melanda wilayah Kabupaten Pati.
“Berdasarkan data yang kami himpun dari para penyuluh agama Islam, terdapat tiga kecamatan yang terdampak cukup parah, yaitu Kecamatan Margoyoso, Kecamatan Tayu, dan Kecamatan Dukuhseti,” ungkapnya.
Ahsin menjelaskan, bantuan tersebut dihimpun dari dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Pati.
Aksi sosial ini menjadi langkah awal dan berpeluang untuk dilanjutkan di kecamatan terdampak lainnya.
Ia juga menyebutkan, sebelum penyaluran bantuan, pada Sabtu (10/1/2026) telah dilakukan pendataan desa-desa terdampak hujan melalui penyuluh agama Islam yang tersebar di 21 kecamatan.
“Dari hasil pendataan tersebut, ditemukan sedikitnya lebih dari 30 desa di Kabupaten Pati yang terdampak banjir pasca hujan. Data ini menjadi dasar pemetaan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” jelasnya.
Selain menyalurkan bantuan, para penyuluh agama Islam juga turut membantu membersihkan rumah warga dari lumpur sisa banjir.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Margoyoso, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa Desa Bulumanis Kidul mengalami dampak bencana yang cukup ekstrem.
“Terdapat satu rumah yang hanyut dan roboh hingga tidak tersisa. Selain itu, beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan lebih dari 60 persen. Hingga saat ini, proses evakuasi warga masih terus dilakukan,” ujarnya.
Zaenal menambahkan, rumah yang hanyut tersebut telah disurvei oleh Baznas untuk mendapatkan bantuan rumah terdampak bencana.
Namun, bantuan lanjutan berupa material bangunan dan kebutuhan logistik masih sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi warga.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar