Foto; Festival Permainan Tradisional 2025 di Museum RA Kartini Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Museum RA Kartini Jepara menggelar Festival Permainan Tradisional 2025.
Kegiatan yang menyatukan keceriaan bermain dan nilai-nilai pendidikan di kompleks Alun-alun 1 Jepara ini berlangsung kemarin.
Diawali dengan sendra tari Cublak-Cublak Suweng dari Sanggar Tari Desa Gelang Kecamatan Keling.
Acara yang nengusung tema “Isi Liburan dengan Dolanan, Ayo Dolanan Ojo HP nan”, dibuka Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat.
Dalam kesempatan itu, turut Hadir Kepala Diskominfo Budhi Sulistiyawan, Sekdin Disparbud Agus Priyadi, RSU RA Kartini Jepara, Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), dan Direktur Perusda Wike Dwi Utomo.
Kali ini tercatat ada 300 peserta dari SD sederajat se-Kabupaten yang mengikuti mata lomba ketapel, bakiak, dan dakon, baik putra maupun putri.

Nur Hidayat mengatakan, Festival Permainan Tradisional (FPT) Jepara merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Museum RA Kartini.
Tahun ini merupakan pelaksanaan tahun yang keempat.
Gelaran festival permainan tradisional bertujuan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat dengan nilai positif dan budaya lokal.
Serta membangun kebersamaan dan membiasakan aktivitas fisik yang bermanfaat untuk kesehatan anak.
“Festival ini merupakan upaya mempromosikan, melestarikan, dan mengenalkan warisan budaya tradisional kepada generasi muda dan masyarakat secara luas,” kata Nur Hidayat.
Pihaknya menyebut, belum semua permainan tradisional Jepara dikenal luas masyarakat.
Meski demikian, kami berharap dengan digalakkannya permainan dakon dan bakiak, menjadi oase di padang gurun di tengah gempuran permainan modern yang menggunakan gawai (gadget).
Di era digital ini, layar gawai seringkali menyita waktu dan perhatian kita.
Sehingga melalui festival ini, ingin mengajak anak-anak dan juga para orang tua untuk sejenak meletakkan gawainya.

“Kami berharap, permainan tradisional terus berkembang dan lestari di seluruh wilayah Kabupaten Jepara. Melalui permainan tradisional, dapat mewujudkan generasi muda yang berkepribadian dan berkebudayaan,” ujarnya.
Lebih dari itu, anak -anak Jepara diharapkan dapat membawa permainan tradisional ke tingkat internasional.
Menurutnya, di negara lain juga mempunyai permainan tradisional.
Sehingga dalam kompetisi permainan tradisional antar negara, anak-anak dari Jepara mampu membawa nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Jepara.
“Semoga anak-anak kita mampu berprestasi di ajang festival permainan tradisional tingkat internasional, dan membawa nama baik Indonesia, utamanya Jepara,” kata dia.
Sementara para pemenang lomba sebagai berikut.
Bakiak putra
1. SD N 1 Bandengan
2. SD N Krapyak
3. SD N 3 Bandengan
Bakiak putri
1. SD N 4 Kedungcino
2. SD N 1 Kedungcino
3. SD N 1 Krapyak

Ketapel putra
1. SD N Kawak (A)
2. MI Sinanggul 1
3. SD N Kawak (B)
Ketapel putri
1. MI Matholibul Sinanggul
2. SD N 1 Krapyak
3. MI Al Islam
Dakon putra
1. SD N 1 Krapyak
2. SD N Kauman (A)
3. SD N Kauman (B)
Dakon putri
1. SD N Kauman
2. SD N Jobokuto
3. MI Miftahul Falah
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar