Foto: Suasana rapat paripurna DPRD Trenggalek, Sabtu, 15 November 2025 (Mondes/Her)
TRENGGALEK – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ajukan opsi pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Langkah tersebut diambil guna mendukung pembangunan di wilayah Bumi Menak Sopal tahun 2026 mendatang.
Mengingat, kemampuan APBD kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur itu, belum sepenuhnya mengcover kebutuhan daerah.
Setidaknya, ada tiga pos besar yang akan dialokasikan atas dana pinjaman itu.
Yakni, untuk pembangunan jalan, kemudian peningkatan destinasi wisata, dan pengembangan kota atraktif.
Dari asumsi pinjaman yang disetujui oleh DPRD Trenggalek sebesar Rp70 miliar, sekitar Rp40 miliar akan digunakan dalam peningkatan infrastruktur.
Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, bahwa pinjaman PEN sebesar Rp70 miliar telah disepakati dan disetujui bersama.
Beberapa ploting perencanaan alokasi juga sudah dibahas, termasuk bunga hutang serta mekanisme pengembaliannya.
“Jadi ini (hutang PEN) untuk tiga pos besar, yang pertama, peningkatan infrastruktur, terus pariwisata kemudian peningkatan PAD daerah. Terus pengembangan untuk kota atraktif,” sebut Doding.
Menurut dia, anggaran yang diterima nanti diharapkan benar-benar mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
Dengan skema jangka waktu tiga tahun dan bunga sekitar Rp9 miliar, akan bisa dikembalikan tepat waktu.
Selain itu, pendapatan asli daerah (PAD) juga digadang-gadang mampu ditingkatkan.
“Sudah punya gambaran skema dengan 3 tahun kita pinjam Rp70 miliar itu. Terus bunganya yang sekitar Rp9 miliar juga sudah dipertimbangkan. Diharapkan, bunga ini nanti bisa ditutup melalui peningkatan pendapatan,” harapnya.
Masih sambung Ketua DPRD, sementara sebagian anggaran akan dimanfaatkan sebagai fasilitasi peningkatan infrastruktur.
Pemerintah daerah jelas diuntungkan ketika progres pembangunan infrastruktur dilaksanakan.
Apalagi, dengan semangat potensi penambahan PAD dari optimalisasi destinasi wisata.
“Jadi itu konsepnya, legislatif mendukung rencana pemerintah daerah dan ini sudah clear disepakati,” ujar Doding.
Sejumlah titik destinasi, tandasnya, seperti kawasan Pantai Prigi, Pantai Simbaronce, Goa Lawa, Dilem Wilis, dan wahana baru Tumpak Teleng di area JLS diproyeksi menjadi spot yang lebih menarik.
“Insya Allah di tahun 2026, kita ada tambahan sekitar Rp40 miliar. Mudah-mudahan ini sesuai dengan perencanaan sehingga bisa meningkatkan PAD kita,” pungkas Politisi PDIP itu.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar