Foto: Tangkap layar video sholat tarawih yang viral di medsos (Mondes/Istimewa) PATI – Mondes.co.id | Kabupaten Pati viral lagi setelah video yang menunjukkan aksi tak pantas dilakukan sejumlah anak-anak di sebuah masjid ketika sholat tarawih.
Tampak di video tersebut, beberapa anak-anak membawa galah panjang untuk memukul, bahkan menyodok selakangan para jemaah sholat tarawih yang tengah khusyuk melangsungkan ibadah di bulan Ramadan.
Video itu membuat gempar media sosial (medsos), apalagi postingan tersebut menarasikan caption seolah-olah terjadi di Kabupaten Pati.
Dengan beredarnya video yang menyebutkan kejadian di Kabupaten Pati, lantas membuat pihak otoritas setempat angkat suara.
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati pun menyampaikan keterangan menanggapi adanya video viral tersebut secara langsung di hadapan awak media hari ini, Senin, 23 Februari 2026.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku menerangkan bahwa pihaknya berupaya memastikan kejadian tak etis itu.
Kemenag Kabupaten Pati melalui penyuluh agama Islam pun menyisir ke sejumlah desa yang dibimbing.
“Sebelum Ramadan, penyuluh se-Kabupaten Pati tiap kecamatan ada 8 penyuluh, sudah kami kumpulkan semua. Berarti sudah kami kumpulkan semuanya,” tutur Syaiku.
Penyuluh agama Islam ini bertugas di beberapa desa.
Setiap satu penyuluh bertugas untuk 3 sampai 5 desa dalam rangka menjaga situasi di bulan Ramadan.
“Satu penyuluh ada 3-4 desa. Bertugas dalam rangka agar pelaksanaan Ramadan berjalan baik,” lanjutnya.
Pihaknya melakukan deteksi dini di setiap lingkungan masyarakat Muslim selama menjalankan ibadah puasa.
“Saya minta deteksi dini, melaporkan hal-hal yang berpotensi mengganggu kenyamanan seorang Muslim ketika melaksanakan ibadah puasa. Sampai hari ini laporan normal-normal saja, baik-baik saja,” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa video tersebut tengah ditelusuri oleh tim dari Kemenag Kabupaten Pati.
Pihaknya melakukan pemantauan secara masif untuk mengawasi kegiatan-kegiatan atau aktivitas yang mengganggu selama Ramadan, termasuk kejadian yang viral itu.
“Video itu sampai hari ini belum ada informasi dari penyuluh kami. Akan kami sampaikan ke penyuluh kalau memang itu di Pati, untuk bisa mendeteksi langsung. Dan juga harapannya sudah menemukan letaknya di mana, aktivitas seperti apa jika di Pati,” terangnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat dan warganet menelusuri video yang beredar, sehingga tidak salah menafsirkan lokasi aktivitas seperti di video.
Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam berkomentar dan tidak asal nenghakimi jika belum tahu pasti kebenarannya.
“Kami imbau masyarakat atau netizen tabayyun, sebelum menilai dengan predikat negatif karena belum tentu itu di Pati. Harapan kami hati-hatilah berpendapat dan mengupload di sosial media,” pesannya.
Sementara, ketika awak media menelusuri sumber kebenaran informasi tersebut, pihak admin yang mengunggah telah meminta maaf karena mencantumkan caption dengan menyebut kondisi itu di Kabupaten Pati.
“Mohon maaf Kak. Kemarin itu salah konfirmasi dalam pembuatan narasi. Sekali lagi minta maaf yang sebesar-besarnya,” jawab akun Instagram bernama Lintang Kejora 5758.
Bahkan ketika ditelusuri, video itu terjadi di Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan dan sempat viral pada April 2025.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar