Foto: Peserta tampil saat acara Tong-tongklek beberapa tahun lalu (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Kerinduan masyarakat Rembang terhadap suara bambu yang dipukul berirama, akan segera terobati.
Pemerintah Kabupaten Rembang resmi memastikan bahwa Lomba Tong Tong Klek Tradisional 2026 akan kembali digelar dengan konsep parade arak-arakan keliling yang ikonik.
Ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan simbol perlawanan terhadap gempuran modernisasi demi menjaga identitas asli “Kota Garam”.
Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies), menegaskan bahwa tradisi ini adalah nyawa dari suasana Ramadan di Rembang.
Koordinasi lintas sektoral pun kini tengah digodok matang, demi menjamin keamanan dan kenyamanan penonton.
”Ini adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga. Tradisi seperti tong tong klek menjadi identitas daerah yang tidak boleh hilang oleh arus modernisasi,” tegas Gus Hanies.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Prapto Raharjo, mengungkapkan bahwa acara tahun ini dikemas lebih berkualitas, berkaca dari antusiasme luar biasa tahun lalu.
Acara ini akan digelar pada Selasa (17/3/2026) malam.
Dipilih 3-4 hari menjelang Lebaran agar para pemudik yang baru tiba, bisa langsung mencicipi kemeriahan kampung halaman.
Adapun titik start yakni Perempatan Zaini (antrean mengular ke arah barat).
Sedangkan panggung utama yang menjadi pusat penilaian juri berada di lokasi strategis jantung kota.
Kemudian untuk titik finish berada di Gedung Haji Rembang.
Agar pertunjukan tetap tertib dan estetik, panitia memberlakukan aturan main yang tegas bagi para peserta.
Kuota peserta hanya untuk 25 kelompok terbaik.
Juga menggunakan jenis kendaraan khusus, yakni wajib menggunakan unit sejenis L300.
Para peserta dilarang menggunakan kendaraan besar seperti truk tronton masuk barisan parade, demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Penilaian juri tahun ini akan sangat selektif, menitikberatkan pada kreativitas aransemen musik, kekompakan tim, hingga estetika penampilan di atas panggung.
”Kita ingin tong tong klek ini benar-benar menjadi kebanggaan Rembang. Tradisinya hidup, masyarakatnya guyub, dan generasi muda ikut melestarikan,” pungkas Prapto Raharjo.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar