Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional, SMA N 1 Bangsri Raih Juara 3 LCC Sejarah UNY 2026

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Nov 2026 13:37 0 110 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Membanggakan, tiga siswi SMA Negeri 1 Bangsri (Smansaba), Kabupaten Jepara, berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional dengan meraih juara 3 dalam Lomba Cerdas Cermat Sejarah (LCCS) Gelora Historia yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

gempur rokok ilegal rembang

Ketiga siswi tersebut adalah Gendis Agia Kharismaningtyas (XII F4), Daneha Aurelia Vamesta (XII F10), dan Khalifah Nur Safitri (XII F2).

Mereka berkompetisi dengan puluhan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia, didampingi oleh dua guru pendamping, Galuh Citrasari dan Nur Aini.

Prestasi ini terasa istimewa karena merupakan pengalaman pertama bagi SMA N 1 Bangsri mengikuti ajang tahunan yang diselenggarakan UNY tersebut.

Meski baru pertama kali berpartisipasi, tim Smansaba mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga menembus babak final dan membawa pulang posisi ketiga.

Kompetisi LCCS Gelora Historia berlangsung sejak Agustus hingga November 2026.

Pada tahap penyisihan, sebanyak 89 sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti perlombaan secara daring.

Dari seluruh peserta tersebut, dipilih 15 sekolah dengan nilai terbaik untuk melaju ke babak semifinal dan final yang diselenggarakan secara langsung pada 31 Oktober 2026 di kampus UNY, Yogyakarta.

Materi perlombaan mencakup sejarah Indonesia, mulai dari masa praaksara hingga era reformasi.

Pada babak final, peserta harus melewati empat jenis tantangan, yakni pertanyaan wajib, lempar rebut, analisis gambar, dan babak rebutan.

Setiap babak menuntut ketepatan pengetahuan, kecepatan berpikir, serta kemampuan menganalisis berbagai peristiwa sejarah.

BACA JUGA :  Para Seniman Sampaikan Kritik Lingkungan Karimunjawa Lewat Karya

Guru pendamping, Galuh Citrasari, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya.

Menurutnya, keberhasilan meraih juara ketiga merupakan prestasi luar biasa, mengingat mereka harus bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Indonesia.

“Dengan menyingkirkan 12 peserta lainnya di babak final, akhirnya kami berhasil meraih juara 3. Ini merupakan pengalaman pertama sekolah kami mengikuti ajang tahunan UNY ini. Sebelumnya, kami memang belum pernah berpartisipasi, sehingga pencapaian ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan,” ungkap Galuh, Senin (2/11/2026).

Ia berharap, pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap sejarah Indonesia.

Dengan persiapan yang lebih matang pada kesempatan mendatang, ia optimistis para siswa dapat meraih hasil yang lebih baik.

“Semoga pada kesempatan berikutnya persiapan bisa lebih maksimal, sehingga anak-anak mampu memperoleh nilai yang lebih tinggi dan meraih juara,” tambahnya.

Dalam kompetisi tersebut, juara pertama diraih SMAN 1 Tambun Selatan, Jawa Barat, disusul MAN 1 Lamongan, Jawa Timur, sebagai juara kedua.

Sementara itu, SMA N 1 Bangsri berhasil menempati posisi ketiga, sekaligus menjadi salah satu wakil Jawa Tengah yang berhasil naik podium.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh salah satu anggota tim, Gendis Agia Kharismaningtyas.

Ia mengaku senang dan bangga dapat mengikuti kompetisi sejarah tingkat nasional tersebut.

Bahkan, ia tidak menyangka langkah yang awalnya hanya coba-coba, justru membawanya hingga ke babak final.

Menurut Gendis, keikutsertaan dalam lomba ini bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru.

Selain berkesempatan menguji kemampuan sejarah bersama peserta dari berbagai daerah, ia juga dapat mengunjungi kampus impiannya, UNY dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Keberhasilan tim Smansaba menjadi juara ketiga menjadi bukti bahwa semangat belajar, keberanian mencoba, dan kerja sama dapat membawa siswa bersaing di tingkat nasional.

BACA JUGA :  Pertama, Madrasah Alam Digelar di Jepara

Lebih dari sekadar piala dan penghargaan, pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya memahami sejarah bangsanya.

Editor: Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini