MENGKHAWATIRKAN: Kondisi talud Perumahan Metaraman Raya di Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati yang ambrol usai digerus banjir. (Mondes/Istimewa)
PATI – Mondes.co.id | Talud jembatan penghubung Perumahan Metaraman Raya di Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati ambrol. Kondisi ini mengancam akses perumahan bila tak segera diperbaiki.
Berdasarkan pantaun di lokasi, talud jembatan ambrol di kedua sisi. Tali rafia terpasang di lokasi untuk penanda sekaligus agar dijauhi orang. Kondisi ini mengancam jembatan. Bila tak segera diperbaiki, warga khawatir air hujan menggerus jembatan.
Hadi warga setempat memaparkan ambrolnya talud tersebut terjadi sejak beberapa pekan lalu. Awalnya, tanah disekitar talud longsor dan kesapu air sungai yang deras. Selang sepekan kemudian, talud ikut ambrol.
”Pada hujan deras akhir bulan lalu, terjadi longsoran. Membuat talud gantung. Seminggu kemudian, talud putus, akhirnya turun semua. Kalau dibiarkan lama-lama jembatan putus menganggu akses perumahan ini, terancam terisolir,” ungkapnya, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia memaparkan bila kondisi ini tak segera diperbaiki, sebanyak 78 Kepal Keluarga (KK) di Perumahan Metaraman terisolir. Apalagi jembatan ini merupakan satu-satunya akses warga.
”Panjangnya sekitar 20 meter. Harapannya cepat diperbaiki, Kalau ditunggu lama tambah parah karena banjir. Anjlok sekitar 2-3 meter dari dasar. Samping sekitar lima, ditakutkan dasarnya digerus air dan jembatan ikut turun,” ujarnya.
Sementara, Ketua RT 1)RW 1 Narwi mengaku sudah melaporkan kondisi ini kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Pati, Namun pihak dinas menjanjikan baru melakukan penanganan saat musim kemarau.
”Sudah lapor ke Disperkim, kalau tidak diperbaiki malah tambah parah. Katanya Disperkim akan diperbaiki saat musim kemarau, tapi ya semoga segera diperbaiki jangan nunggu musim kemarau,” pungkasnya.
Redaksi
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar