Foto: Stok elpiji 3 kilogram di pangkalan (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Stok elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pati terbilang aman.
Hingga saat ini, total stok elpiji 3 kilogram berdasarkan catatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati sebanyak 42.000 tabung.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti, menjelaskan dalam mengatur serapan elpiji 3 kilogram, Disdagperin Kabupaten Pati berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Pertamina, dan agen elpiji.
“Sampai saat ini, stok elpiji 3 kilogram kurang lebih 42 ribu tabung. Sesuai Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 540/20 Tahun 2024 tentang berlaku Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung,” ungkapnya kepada Mondes.co.id, Senin, 13 April 2026.
Perlu diketahui, pengadaan elpiji 3 kilogram dimulai dari kebijakan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kemudian, elpiji 3 kilogram diproduksi oleh Pertamina yang selanjutnya disuplai menuju ke terminal guna melalui proses pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
Selanjutnya, distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai kriteria sasaran.
“Pengadaan elpiji 3 kilogram berawal dari kebijakan ESDM, lalu Pertamina produksi. Kemudian disalurkan ke terminal untuk filling SPBE, kemudian distribusi ke masyarakat. Mekanisme penyaluran elpiji 3 kilogram dari Pertamina ke agen elpiji 3 kilogram, kemudian ke pangkalan untuk dijual ke masyarakat yang membutuhkan,” paparnya.
Ia berpesan kepada masyarakat di Kabupaten Pati supaya menggunakan elpiji sesuai kebutuhan, sehingga tak ada panic buying lantaran khawatir tak memperoleh elpiji bersubsidi tersebut.
Ia pun mengimbau masyarakat membeli elpiji ke pangkalan resmi.
“Kami imbau masyarakat tidak perlu panic buying. Menggunakan elpiji sesuai kebutuhan, dan beli elpiji 3 kilogram di pangkalan resmi,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar