RSUD Rembang Catat Nihil Kasus Campak di Tengah Tren Kenaikan Nasional

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 12:20 0 51 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno Rembang mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya pasien terinfeksi penyakit campak.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Meski sejumlah wilayah lain di Indonesia dilaporkan mengalami lonjakan kasus, situasi di Kabupaten Rembang, khususnya di lingkungan RSUD, terpantau masih berada dalam zona aman.

​Keberhasilan mempertahankan nihil kasus ini dinilai sebagai hasil dari langkah preventif yang intensif, serta kesadaran masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan dini.

​Direktur RSUD dr. R. Soetrasno, dr. Samsul Anwar, menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat protokol antisipasi, guna memastikan situasi tetap terkendali.

ketua pgri

Salah satu fokus utama adalah pemberian edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, terutama pasca-momentum Lebaran yang melibatkan mobilitas penduduk dalam skala besar.

​”Alhamdulillah, hingga saat ini di RSUD belum ditemukan kasus campak, situasi masih aman. Menjelang masa libur Lebaran lalu, kami telah melakukan langkah proaktif melalui imbauan dan edukasi yang disampaikan oleh dokter spesialis, terkait tata cara pencegahan penularan,” ujar dr. Samsul saat memberikan keterangan, kemarin.

​Edukasi yang diberikan mencakup pemahaman mendalam mengenai gejala awal, pentingnya sanitasi lingkungan, serta urgensi kelengkapan imunisasi dasar bagi anak.

dr. Samsul menekankan bahwa langkah preventif merupakan instrumen krusial, mengingat karakteristik penyakit campak yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi.

​”Sinergi antara tenaga kesehatan dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar status nihil kasus ini dapat terus kita pertahankan,” imbuhnya.

​Lebih lanjut, pihak rumah sakit mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gejala klinis campak seperti ruam kemerahan yang disertai demam tinggi.

BACA JUGA :  Pembiayaan SRG Tapioka Tak Kunjung Direalisasi, Menkeu Purbaya Didesak Turun Tangan

Jika tidak ditangani secara medis dengan tepat, penyakit ini berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti dehidrasi berat.

​“Risiko terbesar muncul dari efek lanjutan. Apabila penderita, terutama anak-anak, mengalami gangguan pada tenggorokan yang menyebabkan sulit makan dan minum selama beberapa hari, kondisi ini sangat berbahaya dan memerlukan intervensi medis segera, termasuk pemberian cairan infus,” jelas dr. Samsul.

​Berdasarkan data medis, kelompok usia di bawah lima tahun (balita) merupakan populasi yang paling rentan terhadap serangan virus ini.

Meskipun demikian, dr. Samsul memastikan bahwa pemantauan di wilayah Rembang masih menunjukkan hasil negatif.

​Sebagai langkah penutup, manajemen RSUD dr. R. Soetrasno mengimbau orang tua untuk tetap waspada.

Masyarakat diminta segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat apabila ditemukan gejala yang mengarah pada campak, guna mendapatkan diagnosis akurat dan mencegah komplikasi yang lebih fatal.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini