HAPPY NEW YEAR

Ratusan Alsintan Resmi Dibagikan Hari Ini, Bupati Titip Pesan ke Petani

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Des 2025 14:59 0 254 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Rembang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian di tengah ancaman krisis pangan global dan tantangan iklim yang tidak menentu.

Sebanyak 300 unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) secara resmi diserahkan kepada ratusan kelompok tani dari berbagai kecamatan dalam sebuah acara yang sarat makna di halaman Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan), Rabu (3/12/2025).

​Aksi nyata penguatan fondasi ketahanan pangan ini dipimpin langsung oleh Bupati Rembang, Harno yang didampingi jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kehadiran Kapolres Rembang AKBP Danang Bagus Anggoro, perwakilan Dandim 0720/Rembang, serta Danramil Pamotan, menegaskan adanya sinergi dan dukungan penuh dari unsur keamanan dan TNI dalam mengawal program prioritas pertanian daerah.

​Dalam sambutannya, Bupati Harno menekankan pentingnya keberlanjutan swasembada pangan yang telah dicapai Rembang.

Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak cukup hanya tercatat sebagai laporan, melainkan harus dipertahankan di tengah tantangan nyata.

Seperti anomali cuaca dan fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi hasil produksi.

​“Swasembada pangan harus terus dijaga. Kita tidak boleh lengah menghadapi anomali cuaca dan El Nino yang dapat memengaruhi produksi pertanian,” ujar Bupati Harno dengan nada tegas.

​Lebih lanjut, Bupati Harno menyampaikan larangan keras kepada para penerima bantuan.

Ia secara spesifik melarang kelompok tani untuk menyewakan Alsintan tersebut, apalagi menggunakannya di luar wilayah Rembang.

Larangan ini bertujuan untuk memastikan bahwa manfaat bantuan tersebut benar-benar dirasakan oleh petani lokal dan untuk menekan biaya produksi di daerah sendiri.

BACA JUGA :  Rem Blong, Bus Mengangkut Rombongan Siswa SD Terbalik

​“Semua alat ini ditujukan untuk meringankan biaya produksi petani Rembang. Tolong dirawat, jangan digunakan untuk kepentingan di luar daerah,” tegasnya, disambut anggukan dari perwakilan kelompok tani.

​Penyerahan ini merupakan gelombang kedua penyaluran Alsintan sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan keberlanjutan program investasi alat pertanian.

Meskipun demikian, Harno mengakui bahwa kebutuhan alat panen besar, seperti Combine Harvester, masih belum terpenuhi secara optimal.

Ia berharap, alokasi bantuan pada tahun-tahun berikutnya dapat menutup kekurangan tersebut untuk memaksimalkan efisiensi panen.

​Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengonfirmasi bahwa total 300 unit Alsintan telah dibagikan dalam agenda kali ini.

Pihaknya menyatakan sedang berupaya keras mewujudkan pemerataan distribusi Alsintan ke seluruh kecamatan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Bupati.

​Terkait isu dinamika pupuk, Agus turut menjelaskan perkembangan mengenai pupuk Zwavelzure Ammoniak (ZA).

Saat ini, pupuk ZA baru memasuki masa transisi dan belum terdata dalam LDKA (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

​“Saat ini ZA baru dianggarkan 500 ton. Kita akan lakukan perhitungan ulang sesuai kebutuhan lahan tebu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme pengisian LDKA untuk pupuk ZA akan diperbarui setiap tiga bulan sekali, menyesuaikan dengan kebutuhan riil petani tebu di lapangan.

​Di balik upaya pemenuhan kebutuhan Alsintan dan pupuk, Rembang membawa pulang kabar membanggakan.

Tahun ini, Kabupaten Rembang berhasil menempati peringkat pertama indeks penanaman padi se-Jawa Tengah.

​Prestasi cemerlang ini dinilai sebagai bukti nyata dari efektivitas perencanaan pertanian, serta kerja keras petani lokal yang didukung oleh pemerintah daerah.

“Tugas kami berikutnya adalah menjaga capaian itu tetap stabil, bahkan bila memungkinkan meningkat,” ujar Agus.

​Dukungan terhadap sektor pertanian juga diperkuat oleh pihak keamanan.

BACA JUGA :  Turnamen Obor Cup 2 Tegalsambi Ditutup, Inilah Pemenangnya

Kapolres Rembang AKBP Danang Bagus Anggoro menegaskan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) siap bersinergi penuh dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

​“Ketahanan pangan adalah isu strategis. Polres Rembang akan mengawal pendistribusian dan pemanfaatan Alsintan agar tepat sasaran,” ungkap Kapolres.

Ia menekankan bahwa penguatan dunia pertanian akan berdampak luas pada stabilitas daerah.

​“Jika sektor pertanian tumbuh kuat, masyarakat sejahtera, dan keamanan daerah pun semakin terjaga,” tutupnya.

​Dengan kolaborasi yang kokoh lintas sektor, mulai dari pemerintah, TNI, hingga Polri, serta komitmen yang terus diperkuat, Pemkab Rembang optimistis langkah strategis ini tidak hanya mampu mendorong produktivitas pertanian secara kuantitas, tetapi juga menjaga ketahanan pangan sebagai kebutuhan fundamental masyarakat Rembang.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini