Foto: Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi selama periode puncak musim penghujan.
Dipastikan seluruh kekuatan personel, serta ketersediaan logistik dalam kondisi siap siaga.
Langkah ini diambil guna menjamin respons cepat terhadap potensi banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, menyatakan seluruh peralatan kedaruratan, mulai dari tenda pengungsian hingga perlengkapan evakuasi, telah diperiksa dan dalam posisi siap digunakan.
Selain peralatan teknis, stok logistik berupa pangan, sandang, dan kebutuhan dasar warga terdampak dipastikan masih mencukupi.
”Curah hujan masih cukup tinggi sesuai peringatan dini BMKG. Karena itu, kami memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan tetap aman dan siaga di lapangan,” ujar Sri Jarwati, Selasa (13/1/2026).
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, BPBD Rembang tidak hanya mengandalkan sumber daya daerah.
Koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah dijalin untuk menjamin dukungan tambahan jika terjadi situasi darurat skala besar.
”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi. Apabila sewaktu-waktu stok logistik menipis, dukungan bantuan tambahan siap didorong ke Rembang guna memperkuat stok yang ada,” tambahnya.
Menyikapi serangkaian kejadian bencana yang telah terjadi pada rentang 8-11 Januari lalu, BPBD memperketat pengawasan dengan menyiagakan personel penuh selama 24 jam.
Sinergi antara pemerintah desa, relawan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus diperkuat untuk mempercepat arus informasi dan penanganan di titik rawan.
”Personel kami bersiaga penuh 24 jam untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Seluruh laporan kejadian juga telah kami sampaikan secara resmi kepada pimpinan daerah melalui nota dinas,” tegas Sri Jarwati.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah perbukitan rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
Masyarakat diharapkan segera melapor melalui saluran darurat jika melihat tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing, demi percepatan tindakan evakuasi dan penanganan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar