ramadan 2026

Puluhan Santri Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Konten Kreator

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 11:35 0 25 Dian A.

Grobogan – Mondes.co.id | Malam Ramadan tak menyurutkan semangat puluhan santri di Pondok Pesantren Al Kholwat Kedungjago, Purwodadi, Grobogan.

Usai salat tarawih, mereka tetap bertahan di ruang kegiatan, menyimak dengan saksama pelatihan jurnalistik dan konten kreator yang digelar penuh antusias.

Pelatihan ini menghadirkan Wikha Setyawan, seorang jurnalis sekaligus seniman peran, sebagai narasumber utama.

Dengan gaya penyampaian yang cair dan komunikatif, Wikha mengajak santri mengenal dunia jurnalistik dari hulu ke hilir, mulai dari pengertian jurnalistik, kerja-kerja jurnalistik, hingga teknik dasar menulis berita yang faktual dan bertanggung jawab.

“Jurnalistik bukan sekadar menulis, tetapi cara berpikir. Santri perlu memahami bagaimana berita dibangun, diverifikasi, dan disampaikan agar bermanfaat bagi publik,” ujar Wikha, Sabtu (28/2/2026).

Ia juga menekankan pentingnya memahami berita di tengah derasnya arus informasi digital, agar santri mampu menjadi produsen konten yang beretika dan berdaya kritis.

“Agar mampu memahami dan menfilter informasi yang datang,” lanjutnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rihlah Ramadhan Santri yang digagas Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah (Iksass) Rayon Jawa Tengah.

Iksass sendiri berpusat di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur dan memiliki rayon di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Rayon Iksass Putri Jawa Tengah, Rifda Alia Silmi, menilai pelatihan ini penting sebagai bekal santri menghadapi tantangan zaman.

“Santri hari ini harus mampu menyampaikan gagasan dan nilai keislaman secara tepat melalui media. Jurnalistik dan konten kreator adalah jalannya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Alokasikan Jutaan Dosis, Rembang Siap Vaksin PMK

Rihlah Santri Ramadan, tutur Alia, merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan di Bulan Suci Ramadan.

“Jadi tiap Ramadan, santri libur dan pulang kampung. Di situlah kami manfaatkan untuk berkegiatan Rihlah Ramadan Santri yang sedikit banyak kegiatannya seperti kuliah kerja nyata. Kita belajar mengabdi langsung di masyarakat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia Rihlah Ramadan Santri, Nafila Alya Haikal.

Ia mengapresiasi semangat peserta yang tetap tinggi, meski kegiatan berlangsung malam hari.

“Antusiasme santri luar biasa. Ini menunjukkan semangat belajar mereka tidak luntur oleh waktu,” katanya.

Pengasuh Ponpes Al Kholwat, KH M Munawir Zarkasyi, menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan jurnalistik menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan daya pikir kritis santri, sekaligus memperluas peran pesantren di ruang publik.

“Dengan suasana Ramadan yang khidmat, pelatihan ini tak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah menempa santri agar siap berkontribusi melalui karya jurnalistik dan konten kreatif yang mencerahkan,” tandasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini