HAPPY NEW YEAR

Program Dokter Spesialis Keliling Sudah Layani 88 Ribu Warga Jateng

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 15:38 0 84 Dian A.

SEMARANG – Mondes.co.id | Jelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program layanan dokter spesialis keliling (Speling) telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan.

Program ini setidaknya sudah melayani ada 88.979 warga.

Sebagai informasi, program Speling kali pertama diluncurkan sebagai salah satu program prioritas Ahmad Luthfi-Taj Yasin pada Maret 2025.

Sejak itu, para dokter turun langsung ke desa-desa untuk memberikan layanan cek kesehatan dan konsultasi kesehatan secara gratis.

Target sasarannya ada 1.278 desa sasaran.

“Jawa Tengah sudah mendukung penuh tentang cek kesehatan gratis,” kata Ahmad Luthfi saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau cek kesehatan gratis di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).

Program tersebut, selain melayani pemeriksaan kesehatan sacara umum, juga pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tertentu yang dilakukan oleh dokter spesialis.

Meliputi pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kanker serviks, termasuk pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) terhadap ibu hamil dan pemeriksaan gratis untuk penyandang disabilitas.

Bahkan, juga ada pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2026, 88.979 orang telah tersentuh Speling.

Terdiri atas 11.777 orang diberikan layanan ANC Ibu Hamil, 4.230 orang diperiksa kanker serviks.

Kemudian, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, dan 39.031 orang dilayani pemeriksaan tuberkulosis, dan sisanya pemeriksaan terkait beberapa penyakit lain.

Dalam praktiknya, Program Speling juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas oleh pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Pati Kaya akan Tembakau, Dispertan Paparkan Buktinya

Selama 2025, sebanyak 13.789.318 orang warga Jateng yang melakukan memanfaatkan CKG.

Sementara, hingga 9 Februari 2026, sudah 1.045.924 orang yang terlayani program tersebut.

Dikatakan Luthfi, masyarakat Jawa Tengah sudah memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya.

“Program terkait dokter spesialis keliling itu yang menjadi andalan kita, sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani dengan dokter spesialis. Untuk CKG, Jawa Tengah nomor 1 nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang sudah berjalan sepanjang tahun lalu.

Pada 2026 ini, CKG tidak hanya sekadar pengecekan kesehatan, tetapi sudah meliputi pengobatan.

“Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit seperti darah tinggi dan gula itu yang harus dijaga, jangan dianggap enteng, karena itu bisa menyerang ke organ lainnya, termasuk jantung kalau dibiarkan. Itu penting untuk menjaga kita tetap sehat,” ujarnya usai meninjau Puskesmas Pandanaran.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini